Satu Korban Perahu Tenggelam Akibat Banjir Malinau di Temukan

MALINAU, SWARAKAKTARA.COM – Satu korban perahu tenggelam akibat banjir di Desa Tanjung Lapang Kabupaten Malinau ditemukan warga di lokasi Limbu Teluk Sanggan pagi 8:00 wita Minggu (28/1).

Kordinator Pos Basarnas Tarakan Manangap Jumala Hutajulu mengatakan, sebelumnya pagi pukul 8:00 wita kita melakukan beriping unsur – unsur sar yang terlibat baik bari masyarakat, TNI, Polri, BPBD kemudian pembagian tugas di beberapa tempat yang memang diketahui oleh masyarakat untuk arus dan tempat perputaran air.

Dalam pencarian Tim Sar terbagi menggunakan perahu ketintang, longboat dan sped boat.

“lebih kurang pukul 9:00 wita kita mendapat informasi dari masyarakat berkaitan dengan terlihatnya ciri-ciri mayat di lokasi Teluk Sanggan Desa Malinau Hulu Kabupaten Malinau.

Korban yang ditemukan atas nama Paulus lakai 53 tahun pria, kemudian Tim langsung segera melakukan evakuasi korban ke RSUD Kabupaten Malinau untuk dilakukan visum dan korban diserahkan kepada keluarga, ungkap, Manangap Jumala.

jasat korban perahu tenggelam, Paulus lakai 53 tahun pria warga RT.8 Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Saat di temukan pukul 9:00 wita Minggu (28/1). (foto,EZI/SK).

“Korban perahu tenggelam Paulus lakai merupakan warga RT.8 Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau, pungkasnya.

Pencarian terus dilakukan dan memang Tim juga mengalami kendala dilapangan yaitu derasnya arus sungai yang memang masih banjir, namun tim akan terus berupaya mencari sampai korban yang kedua ditemukan,

Saat ini tim sar sendiri sebagian lagi stanbay di pos-pos yang disediakan sebagian lagi masih fokus mencari korban, pencarian baru akan dihentikan sampai pukul 17:00 wita, dan pencarian akan kita lanjutkan besok, namun jika besok sore belum juga kita temukan, kami akan melaporkan kepada Kepala Kantor SAR Balikpapan apakah akan dilanjutkan pencarian tahap kedua.

“mengingat bahwa operasi SAR itu ada tahap pertama tiga hari dan tahap kedua empat hari, jadi total tujuh hari, pungkas Manangap Jumala Hutajulu. (EZI/SK).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top