Pembukaan Pesta Rakyat Irau ke-9 Dalam Rangkaian HUT Kabupaten Malinau ke-19

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Irau malinau ke 9 merupakan pesta rakyat yang menampilkan event seni dan budaya yang merupakan rangkaian HUT Kabupaten Malinau ke 19 Tahun 2018 yang bertemakan “Budaya Membangun Bangsa”. Irau yang diagendakan rutin 2 tahun sekali oleh Pemerintah Kabupaten Malinau, yang pelaksanannya sekitar lebih kurang 10 hari.

Pelaksanaan Irau Senin (15/10) di Arena Pelangi Intimung, menampilkan semua tarian dan kebudayaan yang berbeda beda yang ada di Malinau. Tarian massal terdiri dari seluruh etnis yang ada di kabupaten malinau, menggambarkan sejarah berdirinya kabupaten malinau sejak awal terbentuk sampai saat ini.

Dengan geliat dan laju pembangunan yang mengiringi perjalanan kabupaten malinau yang di visualisasikan dalam bentuk gerak tari dan musik kolaborasi yang menggambarkan keberagaman seni budaya masyarakat yang ada di kabupaten malinau, dan gerak malinau membangun Kabupaten Malinau dalam keberagaman dan kebersamaan.

Hadir dalam acara sekaligus membuka Pesta Budaya Irau ke 9 Gubernur Kalimantan Utara Ir. Irianto Lamberi, wakil gubernur Kalimantan Utara H. Udin Hianggio, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural ibu Dra. Esthy rekoastuty, Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit, Danrem Aji Suryanata Kusuma Brigadir Jendral TNI Irham Waroihan S.Sos, Ketua dan Anggota DPRD Kaltara, Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah S.Pd, Dandim 0910 Malinau Letkol Kav Yudi Suryatin S.IP, M.Si, Kapolres Malinau AKBP Bestari Hamorangan Harahap, SH, Bupati Bulungan, Bupati Nunukan, Bupati KTT, Walikota Tarakan, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Malinau, Drs. Asmuni Ali, dan seluruh kepala adat besar di Kabupaten Malinau.

Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si  dalam sambutannya mengatakan Irau ke 9 tahun 2018 ini bertemakan “budaya membangun bangsa” merupakan penegasan atas keyakinan, kekuatan, kebesaran eksistensi kabupaten malinau sebagai bagian dari NKRI yang berdaulat penuh atas keberagaman suku budaya agama dan latar belakangnya. Kami merefleksikan keberagaman itu merupakan sebuah kekuatan keindahan kekayaan dan kesempurnaan. Oleh karena itu keberagaman harus dijaga dan dipelihara untuk menjadi modal besar dan dasar pembangunan strategis kedepan.

Event Irau yang merupakan salah satu event wonderful indonesia ditetapkan dalam agenda destinasi wisata nasional karena event irau dinilai unik menarik dan berkesan. Event irau tidak hanya mengungkapkan rasa syukur masyarakat malinau, usianya bertambah dan pembangunan yang terus meningkat, tetapi hal yang tidak kalah penting adalah perjalanan dan posisi seni budaya adat sitiadat oleh berbagai suku dan paguyuban yang di kabupaten malinau.

Irau memiliki multi guna dan multi efek, even irau juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi rakyat serta pembinaan mentalitas serta keperluan bangsa di malinau kedepan semangat motovasi dan keberagaman budaya, kekuatan, keindahan dan kesempurnaan terus terpelihara dan ditumbuh kembangkan karena menjadi pondasi kekuatan.

Irau yang dilaksanakan satu kali dalam dua tahun berperan dalam menjanjikan progres pembangunan kabupaten malinau, menjadi media dan ajang promosi berbagai produk daerah, dan pada event irau ke 9 tahun 2018 ini tampil berbagai karya inflasi yang menggambarkan telah bertumbuh dengan baiknya kegiatan ekonomi kreatif, sehingga menjadi pondasi yang kuat bagi ketahanan perekonomian daerah.

Batik malinau sebagai salah satu industri kreatif lokal yang diminati, tas tangan, mebeler dan perabotan rumah tangga bahan baku rotan dengan kualitas yang terjamin hingga cukup bersaing dan diminati masyarakat malinau. Perkembangan ini mencerminkan strategi dan model yang dijalankan sudah tepat dan benar berkat solidaritas antar pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh masyarakat bersatu dalam rangka harmonisasi.

Sikap ini merupakan konsep dari paradikma pembangunan daerah yaitu model Gerakan Desa Membangun (GERDEMA) yang intruksinya adalah bertumbuh pada kekuatan rakyat dengan filosofi dasar “dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat”.

Berangkat dari konsepsi paradigma dan model pembangunan Gerdema ini, maka pemerintah kabupaten malinau juga mengusung tiga program unggulan yaitu, “RT bersih, Rasda dan wajib belajar enambelas tahun”.

Melalui Program RT Bersih kita mengembangkan dan mengadopsi sikap dan budaya rapi, budaya tertib, budaya bersih, budaya sehat, budaya indah dan budaya harmonis.

“Melalui acara Irau ini saya menghimbau kapada seluruh masyarakat untuk terus menguatkan kebersamaan dengan terus menjaga kondusifitas daerah, memelihara rasa aman, nyaman dan damai yang telah terwujud. Terus mawas diri terhadap penyebaran nilai, paham serta idiologi yang bertentangan dengan idiologi pancasila. Terus mengerahkan sportifitas nasionalis semangat kebangsaan dalam menjada dan mempertahankan integritas dan kedaulatan negara dan bangsa kita di daerah perbatasan ini. Terus membangun pola hidup sehat, semangat hidup bersama penuh toleransi harmonisasi dalam masyarakat beragama, kembangkan dan budayakan pola pikir yang positif sebagai satu masyarakat bangsa yang beraga dan baerbudi luhur. Kita ada untuk semua, bersama kita pasti bisa”. (ezi/sk).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NONE