Warga KKSS Tampilkan Atraksi Adat dan Budaya Pada IRAU Ke-9 Tahun 2018

Bupati malinau, Dr. Yansen TP, M.Si bersama Ibu Ping Ding Yansen Menggunakan Pakaian Adat Bugis, pada acara Budaya Adat KKSS

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Kemeriahan IRAU ke-9 Kabupaten Malinau masih terus berlanjut. Usai pagelaran adat dan budaya Dayak Kenyah, siang hari langsung disambung atraksi budaya dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dengan melakukan pertunjukkan upacara penyambutan tamu agung.

Ketua KKSS Kabupaten Malinau Muhadi Umar dalam sambutanya menyampaikan, atraksi ini dikemas dalam suatu prosesi budaya adat istiadat dalam penjemputan tamu agung atau tamu istimewa. Prosesi ini dimulai dengan tari Pakbupa atau tari penyambutan sambil mengiringi tamu ke tempat yang disediakan. Selanjutnya ada prosesi pemasangan pakaian adat yang disemangati dengan pembacaan ikrar atau arru sekaligus penyerahan benda pusaka kehormatan kepada tamu agung yang nantinya dipersilahkan untuk menyaksikan seni dan atraksi budaya yang diakhiri dengan jamuan makanan khas tradisional.

Pertunjukkan KKSS pada hari ini melibatkan kurang lebih 200 peserta dan alhambulillah hampir 100% melibatkan warga KKSS Malinau. Mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa bahkan ada yang satu keluarga melibatkan 3 generasi dari nenek sampai cucu ikut terlibat. Ini mencerminkan antusias dan semangat yang luar biasa dari warga KKSS Malinau untuk berpartisipasi dalam acara ini sebagai wujud kecintaan pada bumi intimung ini. Harapan kami dengan pertunjukkan seni ini yang merupakan gabungan 4 etnis besar dari Sulsel yaitu etnis bugis, makasar, toraja dan mandar dapat menjadi salah satu bagian ikut mendukung aset budaya yang ada di Kabupaten Malinau” ungkapnya.

Bupati Malianu Dr. Yansen TP, M.Si memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tokoh-tokoh KKSS yang penuh kesadaran, semangat dan keyakinan untuk menampilkan budayanya sebagai bentuk menciptakan Malinau yang indah untuk semua.

“Atraksi yang di tunjukkan pada hari ini membuat saya merasa seperti berada di Bugis, Mandar, Toraja dan Makasar. Apa yang kita lakukan ini bukan sebuah acara semata, bukan sebuah tontonan semata tapi inilah cara hidup kita sebagai masyarakat bangsa yang hidup di Malinau ini” imbuhnya.

Dalam atrasksi yang ditunjukkan paguyuban KKSS ada salah satu tampilan yang menarik perhatian saya, yaitu tarian yang diperagakan oleh anak-anak, dimana mereka menari dengan polos dan ceria.

“Saya menyaksikan tampilan anak-anak tadi inilah putra-putri Malinau 10, 20 tahun ke depan. Mereka lahir disini dan inilah yang nantinya menciptakan Malinau yang indah untuk kita semua karena mereka adalah generasi Malinau”.

Saya berharap, kepada semua yang hadir untuk hidup berdampingan satu sama lain dengan indah dan harmonis. Dengan begitu saya yakin lambat laun orang akan belajar dari kebersamaan, keberagaman dan semangat untuk Kabupaten Malinau yang indah, nyaman dan harmonis. (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NONE