Bupati Malinau : Penerimaan CPNS, Mestinya Disesuaikan Dengan Karekter Daerah Masing – Masing

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Menyikapi isu banyaknya peserta CPNS yang tidak lulus ujian SKD sangat dikhawatirkan formasi CPNS di Instansi suatu daerah malah jadi kosong.

Kita prihatin dengan banyaknya putera puteri kita yang tidak lulus test CPNS seleksi untuk Formasi Tahun 2018, Ungkap Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si lewat rilis yang diterima SWARAKALTARA.COM, Rabu (14/11).

Ada beberapa hal yang perlu kita pikirkan dengan tidak maksimalnya kelulusan ini, jelas ini akan menimbulkan kerugian bagi banyak orang, karena telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan biaya untuk mengikuti test tersebut.

Lanjutnya, Negara dan rakyat Indonesia juga rugi, karena tenaga yang diharapkan membangun sejarah tidak ada, sehingga masyarakat tidak terurus dan negara pasti tidak kuat akibatnya.

Dibandingkan, ada yang lulus maka kekurangan guru dapat terpenuhi pendidikan di daerah pedalaman atau perbatasan berjalan sehingga anak Indonesia cerdas, Negara pun kuat, ujarnya.

Khususnya pelayanan kesehatan tidak berjalan maksimal, karena tidak adanya peserta yang lulus untuk menjadi tenaga medis di pedalaman.

Menurut saya ungkap Yansen, untuk bekerja tidak melulu didukung dengan kecerdasan intelektual, tetapi banyak hal. Perlu model ideal yang tidak harus cerdas intelektual, tetapi ada keseimbangan dengan mental, emosional dan kepribadian.

Lanjut kata dia Yansen TP, Budaya juga sangat mempengaruhi, oleh sebab itu harus dipetakan secara detail, pola rekrutmen CPNS, agar maksimal bekerja dengan baik. misalnya karekter Malinau membutuhkan PNS yang seperti apa diperlukan, maka dibuat pola test yang sesuai dengan situasi lokalnya, namun berwawasan Nusantara.

Ingat pada “Filosofi Bhineka Tunggal Eka”. Ini bermaknakan keberagaman kita. Seseorang bertumbuh dalam lingkungan budayanya, sehinga dikala dia masuk ke lingkungan lain, maka dia kesulitan utk beradaptasi, sekalipun, ada prinsip segera beradaptasi. Waktu membuktikan, banyak yang tidak mampu survive di lapangan yang tidak sesuai dengan jiwa dan budaya serta kebiasaan yang berbeda.

“Jadi menurut saya test ini perlu di ciptakan untuk merekrut PNS yang sesuai dengan kebutuhan di suatu tempat, yang memiliki kepribadian Nasionalis Kebangsaan.

Pola Rekrutmen CPNS yang ada sekarang dari sisi kualitas yang ingin di capai sudah baik, namun perlu disesuaikan dengan Daerah Provinsi dan Kabupaten masing-masing yang memiliki karekter tersendiri.

“Ini jangan di pukul rata, sampai kapanpun rekrutmen CPNS dengan cara ini pasti tidak mampu menyediakan tenaga pegawai untuk NKRI”.

Satu hal perlu diingat, masing-masing daerah tetap dapat meluluskan CPNS nya sesuai dengan kebutuhan masing-masing dengan pola yang disesuaikan untuk daerah nya. (ezi/sk)..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NONE