Kejar Ketertinggalan, SMA Negeri 10 Malinau Lakukan Ujian Semester Gunakan Android

Siswa SMA N 10 saat Ujian menggunakan Adroid

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Malinau Kecamatan Bahau Hulu Kabupaten Malinau lakukan Ujian Semester menggunakan Android.

Meskipun sekolah kami berada di pedalaman dan terisolir tapi jangan sampai siswa kami buta akan perkembangan teknologi, ucap Guru fisika SMA Negeri 10 Arman saputra lewat Rilis yang diterima SWARAKALTARA.COM, Senin (10/12).

SMA Negeri 10 Malinau

Setidaknya kami berusaha memberikan yang terbaik meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, salah satunya dengan ujian semester berbasis komputer (CBT), dengan ujian ini siswa di harapkan dapat melaksanakan tekhnologi dan dapat mengejar ketertinggalan dari siswa di kota.

Di samping itu lanjut Arman, ujian seperti ini di jadikan sebagai persiapan dan simulasi awal untuk persiapan siswa kelas XII yang nantinya melakukan ujian menggunakan standar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“kami menyadari walaupun program aplikasinya berbeda namun pada prinsipnya sama dalam hal tampilan, menjawab soal, maupun login masuk pesertanya. Jadi nantinya siswa tidak kaget lagi ketika di perhadapkan dengan UNBK”, ungkapnya.

Aplikasi yang kami gunakan yakni “Beesmart Versi 3.3” meskipun ada beberapa jenis aplikasi alternatif yang bisa di gunakan.

Bentuk Aplikasi “Beesmart Versi 3.3” yang digunakan siswa SMA N 10 Malinau, dalam mengikuti Ujian Semester

Ujian menggunakan sistem ini juga sangat ramah lingkungan karena tanpa menggunakan kertas (no paper) dan sedikit demi sedikit kita mengurangi penggunaan kertas demi kelestarian lingkungan.

Jadi ketika ujian siswa hanya membawa laptop atau Hand phone (Hp) Android, karena kami masih kekurangan komputer jadi kami siasati dengan meminjam laptop sesama teman guru maupun siswa, itupun masih kurang sehingga siswa juga bisa menggunakan Hp Android untuk ujian.

Meskipun demikian semester ini belum semua mata pelajaran atau siswa bisa ujian menggunakan aplikasi ini karena kami terbatas komputer server dan router yang mumpuni, jadi ada beberapa siswa masih menggunakan ujian kertas.

Kedepannya secara bertahap kami upayakan ujian menggunakan sistem ini secara keseluruhan karena untuk sementara pengadaan komputer juga masih dalam proses, imbuh Arman.

Sejauh ini kami dapat support dari Kepala Sekolah maupun Dinas Pendidikan Malinau.

“Bersyukur Kepala Sekolah maupun Dinas Pendidikan sangat mensupport kegiatan seperti ini dan mendukung semua hal-hal yang positif terutama penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan”. (ezi/sk).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NONE