Ini Tanggapan Pj Kadis Pendidikan Terkait Kurangnya RKB di SMPN 3 Malinau Kota

Pj. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, FX. Brata Puji Susila

MALINAU, SWARAKALTARA.COM –Perayaan Ibadah Natal Keluarga Besar SMPN 3 Malinau Kota (Malkot) sekaligus Penandatanganan MoU Program Sekolah Adiwiyata antara Komite Sekolah SMPN 3 Malkot dengan pihak Perusahaan PT. Mitrabara Adiperdana (MA) disaksikan langsung Pj, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau di dampingi Kepala sekolah SMPN 3 Malkot, Perwakilan Camat Malkot, Perwakilan Perusahaan dan Orang tua murid, Sabtu (11/1) di Halaman SMPN 3 Malkot Desa Tanjung Keranjang Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau.

 

Pada sambutannya Kepala sekolah SPMN 3 Malkot Elisa Selutan, S.Th, M.Pd menyampaikan beberapa laporan pencapaian SMPN 3 Malkot termasuk apa yang menjadi kekurangan-kekurangan sekolah SMPN 3 Malkot.

 

“Perlu saya laporkan kepada Kadis Pendidikan, bahwa dalam prosentase Misi SMPN 3 Malkot yakni Meningkatkan pelaksanaan Proses Belajar dengan system pendidikan yang berkarakter dan berdaya Saing, hingga saat ini telah mencapai 90 persen namun kekurangan guru Tetap (PNS) dengan latar belakang pendidikan pada Mapel IPA, Olah Raga dan Seni”.

 

Lanjut kata dia Elisa, menciptakan proses belajar yang bermutu dengan didukung fasilitas dan sarana prasarana pembelajaran yang kondusif saat ini kita hanya mencapai 76 persen, karena Ruang Kelas kita masih sangat kurang, rusak, termasuk fasilitasnya, saya berharap kepada pemerintah daerah Dinas Pendidikan agar dapat membantu kami untuk mendapat kegiatan DAK berupa pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Ini juga sudah berulang kali kami ajukan melalui proposal tapi sampai saat ini belum ada tanggapan.

 

Begitu juga mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap peserta didik sesuai dengan potensi daerah dalam bidang olah raga prestasi dan seni budaya baru mencapai 83 persen karena disekolah kami belum memiliki Alat seni, Aulau seni dan lapangan olah raga. “Perlu kita ketahui bahwa seni dan olah raga kita sebenarnya sudah mendapat Dua kali prestasi yang luar biasa hingga ketingkat provensi, termasuk sepak bola juga mengikuti suratin”.

 

Meningkatkan system, pengkordinasian pemberdayaan, pemotivasian, pemantauan dan pensupervisians dilingkungan sekolah, hal ini telah kami capai 100% karena berjalan dengan baik dan selanjutnya program ini kami tingkatkan menjadi peningkatan mutu pendidikan)

 

Lanjut kata dia Elisa, Terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih, aman, nyaman dan kondusif untuk belajar-mengajar, dengan adanya program adiwlyata lnl, gatsebo sudah ada tinggal pembenahan saja dengan kolaborasi keglatan adiwlyata, hal ini tentunya akan menuju capaian 100 persen.

 

Pj, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau FX. Brata Puji Susila memberikan respon positiv atas pencapaian dan kekurangan yang dialami SMPN 3 Malkot.

 

FX. Brata Puji Susila kepada SWARAKALTARA.COM menjelaskan SMPN 3 Malkot ini memang hanya terdapat tiga ruang belajar sementara rombongan belajar lebih dari tiga, sehingga rombongan belajar yang keempat kelima tersebut menggunakan ruang-ruang lain yang seharusnya di manfaatkan ruang laboratorium untuk praktekum siswa IPA.

 

“selama ruang laboratorium tersebut digunakan untuk belajar mengajar, maka kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru IPA tersebut sedikit terganggu karena keterbatasan ruangan”.

 

Berdasarkan data pokok pendidikan itulah SMPN 3 Malinau Kota kita masukan kedalam usulan penambahan Ruang Kelas Baru di tahun anggaran 2019, timpalnya.

 

“Puji Tuhan SMPN 3 Malkot tahun ini mendapatkan Ruang Kelas Baru (RKB) dengan sistem swakelola melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan maksud pekerjaan pembangunan RKB tersebut dikerjakan oleh panitia yang terdiri dari unsur sekolah dan komite sekolah”.

 

Brata juga menjelaskan untuk peruntukan kekurangan lainnya masih menjadi PR karena dana alokasi  ini masih sangat terbatas sehingga kita menetapkan sekolah-sekolah prioritas yang memang sangat membutuhkan, dimana DAK tahun ini diperuntukan untuk RKB, Rehabilitasi, Rumah Dinas Guru dan Jamban dan ada beberapa sekolah yang nantinya akan menerima proyek-proyek itu dengan sistem swakelola tersebut di masing-masing sekolah, jelasnya. (ezi/sk).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NONE