Dandim 0910/Malinau Bersama Kapolres Pimpim Apel Gelar Kesiap Siagaan Pasukan Pengamanan Pemilu TA.2019

MALINAU, SWARAKALTARA.COM -Dandim 0910/Mln Letkol Kav Yudi Suryatin S.I.P., M.Si. Bersama Kapolres Malinau melaksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam rangka Pengamanan menghadapi Pemilu 2019 di halaman Mapolres Malinau, Jumat (22/3).

Apel Gelar Pasukan dengan tema “Tingkatkan Sinergitas TNI – Polri Dengan Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Kamdagri Yang Kondusif” di tingkat Kabupaten Malinau yang diselenggarakan Kodim 0910/Mln dan Polres Malinau.

Bertindak Sebagai Pimpinan Apel Dandim 0910/Mln Letkol Kav Yudi Suryatin S.IP.,M.Si Serta Kapolres Malinau AKBP Bestari H Harahab, Sementara itu Komandan Apel dijabat oleh Lettu Inf Indramelli Dankiban Yonif 614/Rjp.

Apel dihadiri lebih kurang 400 Orang pasukan yang terlibat dalam Apel Gelar Pasukan antara lain 1 SST Anggota Kodim 0910/Mln, 1 SST Anggota Yonif 614/Rjp, 1 SSK Anggota Polres Malinau, 1 SST Anggota Satpol PP Kabupaten Malinau,1 SST Damkar Kabupaten Malinau,1 SST Anggota Polhut Kabupaten, 1 SST Anggota Dishub Kab. Malinau,2 SST Linmas Kab. Malinau,1 SST Security Kab. Malinau, 1 SSR Anggota BPBD Kab. Malinau,1 SSR Anggota Banpol Kab. Malinau,1 SSR Anggota Rapi Kab. Malinau Serta 1 SST Anggota LPADKU Kab. Malinau.

Turut hadir dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata Kayan tersebut Antara lain Letkol Kav Yudi Suryatin S.IP., M.Si (Dandim 0910/Mln), AKBP Bestari Hamonangan (Kapolres Malinau),Topan Amrullah Spd., M.Si (Wakil Bupati Malinau),Mayor Inf Andi Sinrang (Danyonif 614/Rjp), Mayor Kav Tutur S (Kasdim 0910/Mln),Kompol Edy B (Wakapolres Malinau), Marson Langup (Kasatpol PP, Damkar dan Linmas Kab. Malinau),Rury Ahmad (Ka Seksi Lalulintas Darat dan Sungai Dishub Kab Malinau), Jhoni L (Kepala TNKM Kab. Malinau),Para Perwira Kodim 0910/Mln, Para Perwira Polres Malinau,Serma Anton (Danpos Pom Kab. Malinau), Nursalam (Perwakilan Dinas Kesehatan Kab. Malinau),Artur SH (Kasipidum Kejari Kab. Malinau).

Letkol Kav Yudi Suryatin S.IP., M.Si selaku Pimpinan Apel membacakan Amanat dari Menkopolhukam antara lain, Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yakni 5 (lima) jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan. Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional terkait apakah bangsa Indonesia konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin nasionalnya. Sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Tidak saja anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan.

Tidak ketinggalan tentunya fungsi dan peran TNI- Polri yang berada di luar lingkup penyelenggara Pemilu, akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan Pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Pemilu Serentak Tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia.

Melihat konteks pelaksanaan Pemilu tersebut, sedapat mungkin opini kita semua diarahkan bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang lain. Namun sejatinya Pemilu Serentak Tahun 2019 memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin, momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi program fan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin nasional.

Kita ketahui bersama bahwa terkait penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019 masih terdapat ancaman, gangguan, yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya.

Kita ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan Indeks Kerawanan yang merupakan pemetaan yang dalam penyelenggaraan Pemilu disetiap daerah. Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan dan hambatan dan tantangan Pemilu, terhadap kerawanan-kerawanan yang akan terjadi.

Saya mengajak seluruh stakeholders untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

TNI-Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu Serentak tahun 2019, apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu serentak Tahun 2019.

Kita bersama turut merasakan bahwa dalam tahapan Pemilu serentak tahun 2019 ini muncul berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita bohong atau hoax dan meningkatnya politik identitas disamping kerawanan-kerawanan lainnya.

Disampaikan juga, kegiatan apel ini dilaksanakan secara serentak dan massif diseluruh wilayah Indonesia baik itu di tingkat Provinsi maupun ditingkat Kabupaten Kota dengan melibatkan prajurit TNI-Polri dan komponen masyarakat lainnya. Jumlah kekuatan prajurit TNI-Polri yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 adalah sebanyak 453.133 orang didukung dengan Alutsista sesuai potensi kerawanan yang ada. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NONE