Kadispotmar Mabes AL Tutup Dawilhanla di Sebatik

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL Brigjend TNI Marinir Donar Philip Rompas menutup rangkaian acara sosialisasi Pengendalian Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla) untuk wilayah pesisir perbatasan RI – Malaysia di pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Rabu (13/11/2019).
Dawilhanla untuk masyarakat pesisir dan perbatasan RI ini diharapkan menjadi akses peningkatan peran pembinaan potensi maritim melalui pemberdayaan wilayah pertahanan laut guna memperkuat pertahanan negara.
Dilansir dar Kabarutra.com, Acara yang dilaksanakan selama 3 hari sejak 11 sampai 13 November 2019 ini merupakan bentuk kepedulian TNI AL untuk menumbuhkan segala aspek kemaritiman serta lingkungan hidup wilayah laut, pantai dan pesisir serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam laut guna menciptakan kondisi yang kondusif bagi investasi dan usaha sektor kelautan.
“Pulau Sebatik merupakan Pusat Kawasan Strategis Nasional (PKSN) tak bisa dilihat hanya aspek pertahanan, perbatasan memiliki dampak penting dan faktor pendorong juga keterkaitan dengan kegiatan lain di republik ini, untuk itu kita lakukan Dawilhanla di pesisir Sebatik dengan pendekatan kesejahteraan untuk mengangkat taraf hidup yang berujung pada stabilitas negara.”ujarnya pada acara penutup di gedung Aztrada Sebatik Utara, Rabu (13/11/2019).
Dawilhanla sebaiknya dioptimalkan sebagai program pemberdayaan wilayah pertahanan untuk mendukung penguatan tugas TNI. Ini juga didasari  UU RI No. 34 Tahun 2004 Tentang TNI. Pada Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 8 menyebutkan, memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.
Dawilhanla juga memberi banyak dampak sosial bagi masyarakat perbatasan, ada kegiatan sosialisasi kebangsaan, penanaman mangrove, pembersihan pantai, dialog kanal kemaritiman, bhaksos kesehatan dan khitanan masal, pembuatan film dokumenter tentang AL dalam menjaga perbatasan teritorial, juga national character building.
Bupati Nunukan Hj.Asmin Laura Hafid, SE.MM melalui staf ahli Pemkab Nunukan Yovie F Wowor mengapresiasi kegiatan yang sangat memperhatikan masyarakat perbatasan ini, kegiatan ini wujud semakin manunggalnya TNI bersama rakyat.
“Masyarakat perbatasan butuh penyegaran tentang wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, kita akan terus menggelorakan semangat nasionalisme sebagai garda terdepan NKRI. kami Siap mempertahankan tiap jengkal tanah kita demi keutuhan NKRI. NKRI harga mati meski kita harus mengakui masih belum mampu mengembangkan kemandirian bangsa terutama bidang ekonomi karena masih tergantung dengan Malaysia dalam pemenuhan sembako.”katanya.
Yovie mengatakan, karakteristik perlintasan dan tataran sosial di Kabupaten Nunukan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetangga menjadikan Nunukan sangat heterogen, tentu ada konsekuensi dan tanggung jawab bersama, tapi bagaimanapun rasa cinta tanah air, kebangsaan dalam kebhinnekaan mutlak diperlukan untuk kesejukan dan kondisifitas stabilnya negara.
Meski Nunukan masih memiliki ketergantungan dengan negara tetangga, Brigjend TNI (Mar) Donar Philip Rompas berkomentar bahwa kita tak bisa memilih lahir dimana, bertetangga dengan siapa dan dari rahim mana, tapi kita bisa tentukan setia dengan siapa.
“Cintai produk lokal sebagai bagian nasionalisme, ini harus diwujudkan agar setiap kita menyadari cinta dan bangga tanah air bisa dimulai dari hal kecil sekalipun, bukan harus selalu kaku dan idealis,”katanya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NONE