Waspadai Proxy War Wilayah Perbatasan, Kodim 0910/Malinau Gelar Komsos Kebangsaan Generasi Milenial

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Waspadai proxy war di wilayah NKRI dan khususnya daerah perbatasan, kodim 0910/Malinau adakan komunikasi kreatif (komsos) kebangsaan generasi milenial tanpa batas dalam rangka binter terpadu TH.  2019 dengan aparat pemerintahan,organisasi kepemudaan dan para generasi milenial yaitu siswa/siswi SMA-SMK di kabupaten malinau.

Kegiatan komsos berlangsung di aula kodim 0910/MLN pada 08.00 wita, selasa (12/11/2019).

Diantara yang hadir ada ketua tim korps kesehatan LetKol. M. Mursid, ketua KNPI kab.malinau beserta pengurus,ketua FKPPI serta sekretaris kesbangpol dan dewan guru .

Negara indonesia memiliki banyak sekali pulau dan tanah yang subur. sumber daya alam nya pun melimpah hal ini yang menjadi alasan negara lain untuk merebut kekayaan alam indonesia.

Di era digital ini indonesia menjadi pasar terbesar yang menjadi incaran negara lain untuk merebut kekayaan dan potensi nya. maka terjadi lah perang proxy (proxy war) dan sebagian yang terkena dampaknya ialah generasi milenial.perang proxy hampir masuk di semua lini kehidupan seperti terorisme,tawuran,narkoba,pergaulan bebas dan lain sebagai nya.

Penting nya kesadaran bersama untuk membentengi diri dari proxy war agar generasi milenial tidak mudah terpecah-belah.

“pak,bagaimana cara agar kami sebagai generasi milenial dapat menghindari proxy war seperti peredaran narkoba?” tanya seorang sisiwi SMA.

“Tetap lah berpegang teguh pada iman dan takwa mu, anakku” jawab tutur suwantoro dalam dialog tadi. Kemudian lanjutnya, tutur suwantoro memaparkan penting nya untuk menjaga adat dan moral bangsa agar tetap berpegang teguh pada nilai kebudayaan sehingga proxy war tidak dapat merusak seluruh aspek dalam kehidupan.

Ketua KNPI dalam kesempatannya menyampaikan kepada generasi milenial untuk terus berperan aktif sebagai kekuatan sosial,kekuatan moral dan agen perubahan sehingga dampak dari proxy war dan tantangan di zaman milenial ini bisa di hadapi. (ag).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NONE