Anggota Komisi IV DPRD Prov Kaltara Sikapi Masalah Pendidikan dan Pariwisata di Kabupaten Malinau

Malinau

Hendri Tuwi : Masih Banyak Problem Pendidikan dan Pariwisata di Malinau Yang Perlu Perhatian Pemprov Kaltara

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Usai Kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara lanjut turun ke lapangan. sasaran utama SMAN 8 Malinau Barat dan akses jalan provinsi menuju destinasi wisata pulau sapi, air panas semolon dan Desa Wisata setulang.

Hendri Tuwi, SE, M.Si kepada SWARAKALTAA.COM Rabu (12/12) menyampaikan, ini  sangat urgen, penanganan jalan menuju SMAN 8 harusnya lebih serius, karena jalan yang ada adalah jalan SMP 3. pemerintah daerah sudah menghibahkan areal jalan tersebut ke Provini kaltara.

“Harusnya Pemprov Kaltara pikirkan ini, antisipasi kalau saja pemerintah daerah atau pihak sekolah SMP 3 Malinau Barat membangun pagar maka akan tertutup jalan untuk SMA 8 tersebut.

“Pemerintah Prov Kaltara harus serius menangani sekolah SMAN 8, perlu kita tau bahwa SMA 8 Malinau Barat ini sudah mengharumkan nama Provinsi Kaltara bahkan sampai ke tingkat Nasional melalui prestasi”.

Selain itu lanjut kata Hendri Tuwi, begitu juga dengan SMAN 15 yang berada di Setulang, atas kesepakatan beberapa desa akhirnya dihibahkan lahan untuk SMAN 15 ini di desa Punah Setarap.

SMAN 15 ini perlu perhatian lanjut, bayangkan untuk kelas 12 berada di desa setulang, kelas 11 kosong dan kelas 10 berada di desa punan setarap, miris bagi guru pendidik, mereka harus bolak balik dengan jarak yang lumayan jauh apalagi kondisi jalan yang kurang mendukung, bahkan jika cuaca buruk atau hujan terpaksa tidak bisa turun jadinya kelas 10 di punan setarap sering tidak belajar sehingga para siswa terbengkalai.

Ini ada kaitannya dengan instruksi atau aturan yang melarang mengangkat tenaga honor ataupun kontrak, betul, ” padahal sebagian tenaga di punan setarap selalu membantu mengajar, namun tidak punya kejelasan honor ataupun kontrak.

Lanjut kata Bung Tuwi sapaan nya, tidak bisa kita paksakan aturan tersebut untuk di daerah pelosok seperti malinau yang sangat kekurangan tenaga pendidik,

“Saya rasakan di malinau ini kan yang namanya SDM pendidik cukup banyak kenapa tidak kita berdayakan mereka. Pada kenyataannya setiap sekolah di pelosok itu butuh mereka, jangan hanya karena ada regulasi atau peraturan perundang undangan namanya, tapi kondisi real di lapangan beda.

Hendri Tuwi yang kebetulan berdomisili di malinau dan mendapat amanat warga malinau menjadi wakil rakyat di provinsi kaltara, “disisi lain saya wajib menyampaikan apa yang menjadi harapan terhadap nasib perkembangan kemajuan di malinau, melalui kunjungan ini saya merasa miris,  bagaimana perhatian dan partisipasi atau support dari pemerintah provinsi meningkatkan potensi wisata yang sudah dikembangkan oleh malinau.

“Saya pikir Prov Kaltara kan memang tidak punya tempat wisata sendiri, artinya sudah pasti tempat tempat wisata tersebut berada di daerah daerah contohnya di kabupaten Malinau ini,” ujarnya.

Tentunya pemerintah provinsi menyambut upaya daerah dengan mengambil peran pembangunan destinasi wisata tersebut, contoh pembangunan atau pemeliharaan jalan  jalur desa wisata pulau sapi, desa wisata setulang, termasuk jalur permandian air panas semolon. Jalan poros ini juga merupakan jalur utama yang ditangani provinsi.

“Artinya mumpung sudah ada objek wisata di beberapa titik di jalur tersebut, bantulah bangun atau perbaiki jalan ini, nah kalau tidak salah seingat saya kurang lebih hampir 3 tahun sudah tidak adanya perbaikan”.

“Usai pertemuan dengan Dinas Pariwisata besoknya saya langsung ke lapangan menuju ke beberapa titik di sepanjang jalur tersebut rusak parah, jalur tersebut merupakan satu-satunya jalan menuju beberapa titik wisata yang ada, ” saya berharap ini akan menjadi agenda utama Pemerintah Provinsi setiap tahunnya, ” ujar Bung Tuwi. (red).

swara.kaltara@gmail.com

swarakaltara.com portal media online kaltara

http://swarakaltara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *