Binatang Liar Sebabkan Listrik Nunukan Byar Pet Tak Menentu

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Keberadaan binatang liar disinyalir menjadi penyebab byar petnya listrik di Nunukan Kalimantan Utara dalam beberapa waktu terakhir.

Monyet dan ular kerap ditemukan petugas PLN saat melakukan perbaikan instalasi listrik di sejumlah gardu seperti di wilayah Sei Fatimah dan Sedadap Nunukan Selatan.

Manager PLN Rayon Nunukan Rahmat Adi Widodo mengatakan, dalam sepekan terakhir, terjadi 3 kali gangguan listrik yang diakibatkan monyet juga ular.

“Pemadaman yang terjadi disebabkan gangguan binatang, kita temukan ular dan monyet mati tersengat tegangan listrik di Sedadap dan Sei Fatimah,”ujarnya, Kamis (26/12/2019).

Dikatakan, sebagai upaya penyelamatan sistem agar tak terjadi black out, maka harus ada beberapa penyulang atau beberapa beban yang harus dilepas sehingga imbasnya adalah pemadaman di sejumlah area.

Gangguan listrik memang menjadi persoalan yang terus saja disorot dan dikeluhkan pelanggan, dimana beban puncak Nunukan saat ini berada di angka 12 MW sementara daya mampu suplay hanya berkisar 9000 KW sampai 9800 KW atau minus 2000-3000 KW.

Kekurangan ini diatasi PLN dengan upaya mendatangkan 3 unit mesin dengan kapasitas 3 x 1000 KW dari PLTD Batu Sopeng sudah dikirim menggunakan LCT pada 3 Oktober 2019 menuju Sei Nyamuk Sebatik,

“Jadi mesin itu tujuannya mengatasi defisit daya, tapi yang terjadi saat ini bukan kasus defisit, tapi gangguan binatang liar,”jelas Rahmat.

Untuk mengatasi persoalan ini, Rahmat menegaskan PLN terus berupaya menjadikan sistem handal dan pelayanan prima, hanya saja terkendala keberadaan pohon-pohon yang tumbuh di wilayah jaringan listrik, padahal jika mengacu pada standar keamanan jarak minimal jaringan dan pohon adalah 3 meter.

PLN juga telah melakukan penebangan terhadap pohon-pohon yang diizinkan Pemkab untuk ditebang, namun demikian masih terlalu banyak pohon yang tak bisa ditebang karena terbentur aturan program penghijauan juga langkah Pemkab Nunukan menuju Adipura.

“Jadi kendala kita masih banyak pohon di dekat jaringan, itu berpotensi gangguan binatang juga gangguan alam, pohon roboh dan sebagainya,”kata Rahmat. (KU/red).

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *