Nunukan Krisis Air Bersih DPRD Minta Pemkab Kucurkan Dana DBH DR Untuk Pengerukan Embung

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Menyusutnya ketersediaan air baku di sejumlah embung di Nunukan Kalimantan Utara berimbas pada krisis air bersih, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan telah melakukan pola pemerataan pembagian dengan zonasi bagi pelanggan.

Kekeringan yang terjadi disebabkan ketergantungan terhadap curah hujan yang mencapai prosentase 90 persen, tentu saja ketika kemarau melanda, kondisi embung mengkhawatirkan, dimana saat ini ketersediaan air baku di angka 30 persen yang diproyeksikan hanya cukup untuk persediaan 2 bulan saja.

Melihat persoalan serius ini, anggota DPRD Nunukan H.Andi Mutamir mencoba berkonsultasi bersama para petugas PDAM untuk mencari solusi paling cepat.

“Kebutuhan air bersih itu kebutuhan dasar, fenomena ini harus cepat disikapi oleh pemerintah, artinya pemerintah harus sesegera mungkin mencari solusi agar keadaan ini tak berlarut,”ujarnya, Jumat (20/12/2019).

Dari hasil diskusi ada sejumlah solusi paling relevan untuk jangka pendek, pertama pengerukan embung agar lebih dalam, dengan kedalaman yang dihasilkan, tampungan air semakin banyak dan persediaan bisa lebih lama habis.

Solusi kedua adalah pembersihan alur sungai, banyak kayu besar juga ranting-ranting pohon yang menutup jalur sungai di Nunukan, jika itu dibersihkan maka aliran ke embung bisa maksimal dan akan menambah kuota air baku.

Diskusi yang dilakukan sembari meninjau langsung embung bersama Masdi, manager PDAM Nunukan tersebut, berujung pada persoalan anggaran untuk pengerukan.

Melihat kondisi daerah defisit, Andi Mutamir mengatakan, ada anggaran khusus untuk persoalan tersebut.

“Dananya dialokasikan dari DBH DR (Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi), kan peruntukannya untuk yang begini, jangan untuk beronjong (proyek yang disorot tajam DPRD) bisa, tapi untuk kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak begini tidak ada,”katanya. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *