Lanal Nunukan Sosialisasikan Batas Teritorial Kepada Petani Rumput Laut

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Anggota Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Nunukan Kalimantan Utara menggelar sosialisasi batas teritorial laut Indonesia kepada para pembudi daya rumput laut, Sabtu (18/01/2020).

Upaya yang dilakukan Pos AL Tinabasan ini dilakukan mengingat garis batas laut tak banyak diketahui para pembudi daya rumput laut bahkan sebagian pembudi daya memilih menanam di wilayah laut Malaysia dengan mekanisme perizinan dan perjanjian tertentu yang diatur oleh pemerintah diraja Malaysia.

Komandan Lanal Nunukan Letnan Kolonel Laut (P) Anton Pratomo, SE, M.Tr.Hanla menekankan untuk seluruh jajaran Posal (Pos TNI AL) di Kabupaten Nunukan agar tidak bosan dan tetap konsisten dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah Laut.

“Baik itu melindungi lautnya maupun warga negara kita sendiri yang mencari nafkah di dalamnya agar selalu merasa aman dan nyaman.”ujarnya.

Komandan tertinggi di Pangkalan TNI AL Nunukan ini menyampaikan sejumlah point untuk dipedomani para pembudi daya, yakni:

1. Bentangan masyarakat Nunukan yang semakin banyak dapat mengganggu alur pelayaran tradisional maupun internasional sehingga perlu diperhatikan dan ditertibkan kembali.

2. Agar para pemukat rumput laut dan Petani rumput laut membatasi diri untuk tidak melakukan kegiatan pada malam hari untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan

3. Agar seluruh pekerja rumput laut melaporkan diri ke Posal Tinabasan untuk pendataan ulang demi memudahkan pemantauan dan pengawasan.

4. Sebagai penekanan kepada para pelaku usaha rumput laut agar memperhatikan batas wilayah, untuk menghindari pelanggaran wilayah.

“Kami mengimbau kepada para pelaku rumput laut agar melengkapi identitas diri dan dianjurkan untuk melapor ke Pos Marine apabila akan memasuki wilayah perairan Malaysia dan pastikan ada yang bertanggung jawab di wilayah Malaysia.”tegasnya.

Turut hadir dalam sosialisasi Paspotmar Lanal Nunukan Lettu Laut (KH) Prasetyo Permadi, Paurlid Sintel Lanal Nunukan Lettu Laut (KH) Dede Darwis, perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Utara Rukhi Syayahdin dan para pekerja rumput laut wilayah kerja Posal Tinabasan. (KU/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *