Kumuhnya Lingkungan Poltek Nunukan Gambaran Kekacauan Managemen Kampus

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Pemandangan di PDD Politekhnik kampus paling elit di Nunukan Kalimantan Utara jauh dari ekspektasi bagaimana seharusnya perguruan tinggi memiliki suasana.

Lingkungan akademisi yang biasanya asri, nyaman dan penuh dengan inovasi tata ruang dan keindahan arsitektur sama sekali tak tergambar saat memasuki kampus yang kini mendadak menjadi sorotan karena tengah terpuruk akibat anggaran.

Alis kita akan mulai berkerut ketika mulai masuk halaman kampus ini, kesan kumuh langsung dilihat kasat mata, bahkan saat memasuki aula, tembok berlumut dengan aksesoris 2 unit mesin AC terlihat sangat mencolok dengan warna lumut tebal menandakan tak ada tangan yang peduli akan kebersihan di gedung para akademisi menimba ilmu tersebut.

“Secara kasat mata lebih tertata gedung SD ketimbang perguruan tinggi ini, sampah dimana-mana, lingkungan tak terawat, ini membuktikan managemen tidak beres,”ujar Anggota DPRD Nunukan Gat Khaleb saat melakukan Sidak, Senin (03/02/2020).

Keadaan ini dikatakan mencoreng wajah Pemerintah Daerah, karena soal kebersihan adalah perkara sepele yang bahkan sekelas guru SD bisa memiliki inisiatif dan pengelolaan baik karena berhubungan erat kenyamanan belajar dan kesehatan mahasiswa.

Meski tidak ada biaya perawatan sekalipun, seharusnya dosen bisa memiliki inisiatif, mengharuskan membawa 1 pot bunga ketika ospek atau menjadwalkan piket dan seharusnya perkara seperti ini lebih difahami para dosen dan itu adalah perkara lumrah yang bahkan kampus ternama di Jakarta melakukan hal serupa.

“Silahkan lihat, barang-barang tak berguna, rusak dan mengotori pemandangan justru jadi aksesoris, sangat jauh dari kata layak sebagai sebuah kampus, intinya ada yang tidak beres disini,”tegas Gat Khaleb.

Memang di semua bagian kampus, daun-daun kering menumpuk, bahkan atap kampus dipenuhi ranting dan daun daun menciptakan kesan kalau kampus tak berpenghuni, meja rusak dan tumpukan kayu bekas berserakan, bahkan di bagian taman, rumput dibiarkan tumbuh tinggi, tak ubahnya seperti suasana makam.

Parahnya lagi di ruang kantor para dosen dan direktur PDD Poltek, gambar presiden RI Jokowi masih bersanding dengan foto mantan Wakil presiden Jusuf Kalla, pemandangan yang lagi-lagi menunjukkan keteledoran pihak kampus.

Atas ketidak beresan ini, Gat juga mengatakan masih ada sejumlah laporan masyarakat yang diterima DPRD Nunukan butuh klarifikasi lebih jauh, misalnya terkait indikasi pengadaan buku yang hingga kini bukti fisiknya tak terlihat.

“Juga ada bukti yang saya terima masalah info orang diminta tanda tangan kwitansi selama kehadiran tak pernah ada judul absennya, jadi hanya tanda tangan absen tidak ada judul tidak ada tanggal, ini tak wajar terjadi dalam perguruan tinggi, SD saja tidak segitunya, ada nama kegiatan juga judul, inilah yang kita nantikan penjelasannya di hearing nanti,”katanya.(KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *