Menanam Rumput Lamun Salah Satu Solusi Untuk Menahan Abrasi Pantai Sebatik

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara memiliki solusi terbaik dalam upaya antisipasi dan memperlambat abrasi pantai pulau Sebatik kabupaten Nunukan, yaitu penanaman massal rumput lamun.

Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Nunukan Sutarja mengatakan, rumput lamun berfungsi sebagai peredam energi yang datang dari ombak. Dan meredam energi arus air.

“Sehingga mencegah erosi dasar laut. Ketika banyak lamun, dasar lautan lebih stabil, kawasan pantai juga dilindungi dengan lebih baik. Karena ombak yang menerpa pantai, energi atau kekuatannya jadi berkurang,”ujarnya, Rabu (05/02/2020).

Sutarja mengatakan, manfaat rumput lamun sangat banyak, dapat menyediakan makanan dan perlindungan bagi banyak satwa laut. Tumbuhan ini bagus bagi lingkungan. Memproduksi oksigen dan mengikat CO2 di dasar lautan

Ia melanjutkan, bahwa lamun memiliki berbagai macam fungsi dan manfaat di ekosistem perairan, diantaranya adalah sebagai produsen primer, habitat biota, stabilisator dasar perairan, penangkap sedimen, serta pendaur hara. Lamun juga memiliki ragam jenis berbeda, terdapat 60 spesies lamun di dunia, dimana 15 diantaranya berada di perairan Indonesia.

12 jenis lamun yang dapat dijumpai antara lain enhalus acoroides, thalassia hemprichii, cymodocea rotundata, cymodocea serrulata, haludole pinifolia, halodule uninervis, halophila decipiens, halophila ovalis, halophila minor, halophila spinulosa, syringodium iseotifolium, dan thalassodendron ciliatum.

Tiga jenis lainnya, yaitu halophila sulawesi  merupakan jenis lamun yang baru ditemukan oleh Kuo (2007), halophila becarii yang ditemukan herbariumnya tanpa keterangan yang jelas, serta ruppia maritima yang dijumpai koleksi herbariumnya dari kawasan ancol di Jakarta dan Pasir Putih di Jawa Timur. Secara umum, enhalus acoroides dan thalassia hemprichii merupakan spesies lamun yang sering ditemukan di perairan Indonesia.

“Kita banyak jumpai lamun liar di beberapa daerah di Nunukan, jika banyak pantai yang ditanam lamun, bukan saja akan mengurangi abrasi, tapi lamun bisa menyaring air laut menjadi jernih yang tentunya menjadi tempat nyaman bagi biota laut atau masyarakat pesisir,”katanya. (KU).

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *