Sebanyak 45 Orang di Kabupaten Nunukan Masuk Kriteria Pasien Dalam Pemantuan

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Dinas Kesehatan Nunukan Kalimantan Utara tengah mengawasi ketat 45 warga Nunukan yang telah pulang kampung pasca melakukan plesiran, tur atau melancong ke sejumlah negara terindikasi terpapar Novel Corona Virus (n-COV 2019).

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Nunukan Aris Suyono mengatakan, Dinas Kesehatan tengah menindak lanjuti kriteria suspect terduga atau orang dalam pengawasan.

“Mereka melakukan perjalanan ke beberapa negara terjangkit, kita lakukan pengawasan selama 14 hari, hitungan 14 hari ditentukan berdasarkan rentang masa inkubasi, yakni masuknya virus ke dalam tubuh sampai munculnya gejala, ada 45 orang berstatus dalam pengawasan,”ujar Aris, Selasa (04/02/2020).

Sebanyak 45 orang yang kini dalam pemantauan sebagaimana dirincikan Aris, berasal dari beberapa wilayah di kabupaten Nunukan, mereka ada yang baru pulang dari Jepang, Korea Selatan, jamaah umroh, juga para mahasiswa yang kuliah di China.

Untuk jamaah umroh, merekapun tak luput dari observasi karena info terbaru yang diperoleh Dinas Kesehatan Nunukan, di satu wilayah tak jauh dari Kuching Malaysia ada indikasi tersebarnya virus corona, sedangkan jamaah umroh Nunukan sempat transit di Kuala Lumpur.

Bagi para mahasiswa Nunukan yang mengambil study di China, meski mereka telah menjalani sterilisasi sebelum keluar dari China, Dinas Kesehatan tetap melakukan screening secara ketat.

“Ada sekitar 10 mahasiswa yang pulang ke Indonesia secara mandiri, jadi mereka tidak ikut observasi di Natuna sebagaimana mahasiswa yang dipulangkan negara yang diharuskan menjalani karantina dan diisolasi, tapi kita sangat ketat dalam melakukan screening,”kata Aris.

10 Mahasiswa dimaksud berasal dari, Nunukan 3 orang, Nunukan Selatan 2 orang, Seimanggaris 2 orang, Sebatik 2 orang dan Krayan 1 orang.

Aris menjelaskan, pasca kementrian kesehatan mengeluarkan instruksi untuk menjaga akses masuk seperti bandara dan pelabuhan, Pemerintah Daerah Nunukan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Petugas Kesehatan Pelabuhan, otoritas Bandara dan stake holder lain untuk bersama-sama memperketat jalur masuk demi antisipasi virus corona.

Kesiagaan ini juga ditunjukkan lewat sinergi Puskesmas, PMI dan Rumah sakit yang menyiagakan personel setiap kedatangan penumpang di Bandara atau pelabuhan, RSUD Nunukan juga telah menyiapkan fasilitas medis penanganan virus corona.

“Seandainya ada meski kita sama sekali tak mengharapkan itu, jika ada indikasi membawa pneumonia, dia masuk suspect, langsung kita rujuk RSUD, ke ruang isolasi, untuk epidemologi, pemantauan gejala, tindakan isolasi, serta kita minta membatasi kontak dengan orang lain,”katanya. (KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *