Tiba di Nunukan, 6 Mahasiswa China Disambut Haru

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Abidin Tajang salah satu orang tua mahasiswa China asal Nunukan Zakia Ayu Abidin Putri terlihat lega melihat putri kesayangannya, akhirnya diperbolehkan pulang setelah menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (16/2).

Sebagai orang tua, ia merasa beban yang selama ini menindihnya sedikit lega, meski ia terus menjaga intensitas komunikasi demi memastikan kondisi anaknya, namun pertemuan langsung tetap jauh lebih berkesan dan menghilangkan segala kekhawatiran.
“Sebagai orang tua tentu kami bahagia, anak kami sehat dan bisa pulang dengan selamat,”ujarnya saat menjemput kepulangan anaknya di Pelabuhan Lintas Batas Liem Hie Djung Nunukan, Minggu (16/2).
Seluruh WNI yang menjalani observasi di Natuna semua dinyatakan sehat dengan adanya surat keterangan sehat dari Kementrian Kesehatan yang ditugaskan langsung Presiden Joko Widodo.
Saat ini ada sekitar 9 mahasiswa yang telah pulang ke Nunukan, mereka diangkut dengan pesawat Batik Air melalui Tarakan, sebagian ada yang pulang ke Kecamatan Krayan dan wilayah Kecamatan lain di Kabupaten Nunukan.
Abidin berharap masyarakat tak perlu menunjukkan reaksi berlebihan semisal menjauh dari kontak fisik dengan para mahasiswa China yang telah menjalani observasi dan tetap menjalin silaturahmi sebagaimana wajarnya.
“Kondisinya dibuktikan dengan dokter spesialis, itu bukti kuat dan tak perlu lagi khawatir membawa virus corona, itu kekhawatiran tak berdasar, kami yakin hasil dokter dan saya harap semua begitu,”lanjutnya.
Zakia yang menerima sambutan haru dari keluarganya juga terlihat lebih bersemangat, Zakia merupakan mahasiswi kedokteran di Hubei Politekhnic University,  sebelumnya ia terjebak di Wuhan ketika dirinya bertamasya mengisi waktu liburan ke kota Huangshi, saat hendak menuju Beijing ia singgah di Wuhan dan ketika itu isu corona merebak yang mengakibatkan otoritas setempat melakukan lock dan menyetop semua fasilitas transportasi sama sekali.
Pemerintah China juga memeriksa semua penduduk dan melakukan upaya karantina bagi mereka yang memiliki suhu panas tubuh diatas 38 derajat.
“Banyak pelajaran yang bisa kita ambil, dan kita bersyukur bisa melewatinya,”kata Zakia.
Ada 6 mahasiswa beasiswa ke China yang pulang ke Nunukan, masing-masing, Aulia Ratna Mulia , Ellis Gusti Syam, Fauzi Fakhruddin, Joes Meyerisen, Wendy Desyanto, dan Zakia Alvita Abidin Putri. (KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *