Dinkes Nunukan Awasi 6 Jamaah Tabligh Pasca Pulang Dari Tabligh Akbar di Malaysia

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan Kalimantan Utara tengah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap sejumlah jamaah tabligh asal Nunukan pasca keikutsertaan mereka di acara tabligh akbar di Malaysia.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut adanya kasus positif covid-2019 di Malaysia, pasien ke-131 yang dinyatakan positif mengidap corona tersebut pernah menghadiri sebuah tabligh akbar di Masjid Seri Petaling, Kuala Lumpur.

Kepala Seksi P2 Dinkes Nunukan Aris Suyono mengatakan, saat ini ada sekitar 6 orang jamaah tabligh asal Nunukan yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Laporan yang masuk ke kita sebenarnya sekitar 14 orang, tapi mereka kan masuknya tidak lewat Nunukan semua, ada yang lewat Jakarta dan jalur lain jadi kita saat ini melakukan pemantauan terhadap yang 6 orang ini,”ujarnya, Jumat (13/03/2020).

Untuk mereka yang masuk Malaysia melalui Nunukan tentu akan mudah terdata, sebaliknya yang lewat daerah lain akan sulit menemukan data mereka kecuali yang bersangkutan melaporkan diri ke instansi terkait.

Kehati-hatian juga antisipasi harus dikedepankan dalam menyikapi kasus ini, tim medis dari Puskesmas Nunukan, tengah intens melakukan pengawasan dengan terjun langsung ke lapangan dan berupaya memantau kondisi 6 orang dimaksud.

Aris juga mengatakan, langkah-langkah medis yang dilakukan sebaiknya tak membuat masyarakat memiliki kekhawatiran berlebihan, Dinas Kesehatan sebisa mungkin melakukan pencegahan agar tak ada penyebaran virus corona.

“Kita lakukan pemantauan terus, petugas berkunjung dan melakukan pemeriksaan, jadi tak perlu ada kepanikan, Insyaallah semua terkontrol,”kata Aris.

Sejumlah orang dinyatakan positif virus corona usai mengikuti acara tabligh akbar di Masjid Seri Petaling di Selangor Malaysia 27 Februari-1 Maret lalu. KBRI Kuala Lumpur mengimbau agar WNI yang ikut hadir di acara agar diperiksa ke rumah sakit.

Dalam edaran yang diunggah di media sosial resmi KBRI Kuala Lumpur, disebutkan bahwa setiap WNI yang ikut tabligh akbar tersebut agar melaksanakan imbauan Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM).

Imbauan itu meliputi menghubungi nomor telepon Crisis Preparedness and Response Center (CPRC). WNI diminta menghubungi KBRI Kuala Lumpur melalui nomor telepon 03 21164016/4017 atau melalui WhatsApp melalui 017 5007047 untuk pendataan dan pemantauan. (KU).

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *