Imigrasi Nunukan Pajang Foto Harun Masiku di TPI Tunon Taka

Nunukan Post

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Petugas Imigrasi Nunukan Kalimantan Utara memajang foto wajah Harun Masiku di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Sejumlah foto eks politisi PDIP yang kini tengah menjadi buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut dipasang dengan tujuan antisipasi dan menutup jalur pelarian mantan calon legislatif PDIP Dapil 1 Sumatera Selatan yang kini telah menjadi tersangka suap Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI.

“Tidak menutup kemungkinan melalui jalur perbatasan juga apabila memang yang bersangkutan hendak melarikan diri, ini upaya antisipasi kita,”ujar Kepala Seksi Intel dan Penindakan Keimigrasian kantor Imigrasi klas II B Nunukan Sigit Jatmiko, Rabu (11/03/2020).

Foto wajah Harun Masiku nampak jelas dengan penampakan kepala plontos, kemeja merah dibalut jas warna serupa dan ditulis Tempat tanggal lahir Jakarta 21 Maret 1979 untuk pencocokan berkas data diri buron dimaksud.

“Ini juga instruksi pusat, jadi supaya Imigrasi lebih jeli dan ketat dalam pengawasan.”kata Sigit.

Dalam perkara dugaan korupsi suap untuk Pergantian Antar Waktu (PAW) DPR RI, KPK telah menetapkan Wahyu Setiawan, Harun Masiku, anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina,  dan swasta Saeful sebagai tersangka. Tiga di antaranya sudah ditahan, sementara Harun masih buron.

Wahyu diduga total menerima suap Rp 600 juta dengan rincian, Rp 200 juta diterima Wahyu dari Agustini di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.  Sementara 400 juta lainnya hendak diterima melalui Agustini, advokat bernama Doni, dan Saeful. Namun, mereka terkena OTT KPK.

Suap tersebut dilakukan untuk memuluskan langkah Harun menggantikan caleg pengganti Riezky Aprilia dalam mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Harun mencoba menggantikan Riezky dari kursi DPR RI dapil 1 Sumatera Selatan yang ditinggalkan Nazarudin Kiemas karena meninggal dunia. (KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *