Iraw Tidung Borneo 2020 Hadirkan Seniman 3 Negara, Begini Imbauan Imigrasi Nunukan

Nunukan Post

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Festival budaya Iraw Tidung di Nunukan Kalimantan Utara adalah momentum terbaik dalam memajukan sektor pariwisata sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke Nunukan.

Pagelaran yang merupakan penggabungan antara kekayaan budaya dan atraksi wisata yang mengundang wisatawan 3 negara masing-masing Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina ini diharapkan mampu dikelola dengan baik dan profesional sehingga menjadi magnet wisatawan mancanegara maupun domestik, event ini harus mampu menjadi icon dan branding sehingga komitmen pemerintah mutlak diperlukan dengan kebijakan yang berpegang pada pengembangan pariwisata.

Hanya saja, ada beberapa kebijakan nasional yang patut diperhitungkan mengenai ketatnya aturan masuk WNA, berkaitan dengan merebaknya covid-19 (corona virus) juga isu terorisme di negara Filipina, sehingga masuknya para WNA ke Nunukan yang notabene merupakan perbatasan negara butuh pengawasan.

“Imigrasi berharap mereka masuk lewat jalur-jalur legal, karena berkaitan stabilitas negara dan keamanan nasional, di Filipina misalnya, masih hangat isu terorisme,”ujar Kepala Seksi Intel dan Penindakan Keimigrasian (Kasinteldakim) kantor Imigrasi Nunukan Sigit Jatmiko, Senin (09/03/2020).

Kebijakan satu pintu, dimana seluruh tamu undangan yang ditargetkan sekitar 350 orang wajib melalui pelabuhan Tunon Taka, sudah menjadi kesepakatan bersama, ketatnya pengawasan dilakukan untuk menjamin kenyamanan dan lancarnya acara Iraw yang merupakan ajang silaturahmi dan lambang persatuan suku Tidung.

Pagelaran Iraw segera dibuka 10 Maret 2020, riwayat perjalanan para tamu menjadi perkara penting untuk memastikan semuanya clean and clear dari isu yang kini tengah memanas yaitu corona virus.

“Kita juga menginginkan berkas perjalanan yang dimiliki para tamu lengkap, jangan sampai ada yang melewati jalur illegal seperti misalnya yang dari Tawi Tawi lewat Samporna Malaysia, itu bukan jalur resmi, kita harus tegas atas masalah itu,”lanjut Sigit.

Bagaimanapun, kondisi dunia saat ini tengah konsentrasi di isu corona dan terorisme, alasan keamanan nasional dan jaminan kesehatan tetap menjadi prioritas, sehingga manakala WNA diketahui melalui jalur pelayaran internasional tidak resmi, Imigrasi tak memberikan toleransi.

“Imigrasi tidak mengizinkan mereka lewat jalur tidak resmi, kalau ditemukan dalam operasi misalnya, siapapun kalau tidak resmi meskipun peserta akan kita tindak,”tegasnya.

Imigrasi Nunukan telah meminta panitia Iraw Tidung 2020 memberikan passanger list untuk mendata siapa saja peserta WNA yang akan masuk Nunukan sebelum kapal mereka tiba, data ini nantinya akan menjadi rujukan untuk para instansi lain termasuk Bea Cukai, Kantor Kesehatan Pelabuhan juga TNI dan Polri demi keamanan, sehingga pengawasan akan lebih mudah dan terkontrol. (KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *