ODP Corona di Nunukan Tersisa 4 Orang Dinkes Nunukan Minta Penambahan Status Pengawasan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Dinas Kesehatan Nunukan Kalimantan Utara meminta pemerintah RI memberikan kategori pengawasan untuk orang yang terindikasi terpapar virus Corona.

Kondisi geografis Nunukan yang unik dan memiliki banyak jalur-jalur laut tak resmi membuat tambahan status pengawasan mutlak dibutuhkan.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Nunukan dari Satuan Gugus Tugas Corona Aris Suyono mengatakan, selain Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Nunukan butuh status lain untuk lebih fokus dalam antisipasi Covid-19.

“Kalau bisa ditambah status Orang Dalam Resiko (ODP), mereka juga butuh penanganan, minimal edukasi dan akan kita beri call centre kita,”ujarnya, Kamis (19/03/2020).

Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Nunukan ini menjelaskan, ada sekitar 895 penduduk Kalimantan Utara yang masuk kategori ODP, dengan rincian, Kota Tarakan 10 orang, Kabupaten Nunukan 883 orang, Kabupaten Tana Tidung 1 orang, Kabupaten Malinau 1 orang, sementara kabupaten Malinau masih nihil.

Akan tetapi jumlah tersebut merupakan data per 27 Januari hingga 17 Maret 2020, sedangkan per 18 Maret 2020, ODP di Nunukan tersisa 4 orang saja.

“Jumlah 883 ODP Nunukan itu hasil screening KKP, terdiri dari TKI deportasi lebih 300 orang kemaren, ada warga negara asing transit juga, dan termasuk mahasiswa kita dari Wuhan serta jamaah tabligh, per hari ini tersisa 4 ODP saja, karena mayoritas sudah keluar Nunukan,”jelasnya.

Ada beberapa indikator ditetapkannya ODP yaitu, orang yang memiliki gejala Infeksi Penafasan Akut (ISPA) minimal 1 tanda, apakah demam, pilek, batuk, gejala susah menelan dan secara klinis tak ada penyebab lain misalnya gangguan pencernaan.

Selain itu, yang bersangkutan telah melaksanakan perjalanan dalam 14 hari terakhir ke luar negeri ke negara terjangkit dan di dalam negeri ke daerah yang terjangkit, termasuk kalau ada riwayat demam.

“4 ODP di Nunukan masing-masing dari Seimanggaris 1 orang, ada batuk pilek dan baru pulang dari Jakarta, dari Sei Nyamuk Sebatik 1 orang karena dia pernah kontak dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 2 orang dari Nunukan yang baru saja pulang dari Tawau Malaysia,”jelas Aris.

Terkait PDP, Aris menjelaskan, orang dimaksud mengalami gejala ISPA disertai demam batuk pneumoni sampai pneumoni berat, bahkan ketika tak jelas kontaknya wajib hukumnya difoto thorak.

Kategori PDP juga memiliki indikasi demam 38 derajat, punya riwayat dengan pasien terkonfirmasi positif corona.

“Jadi kalau sudah demikian kasusnya, ia masuk PDP ini meski tanpa foto thorak, tanpa tindakan radiologi, sudah bisa diambil swabnya karena dia masuk PDP.”lanjutnya.

Saat ini gugus tugas anti corona sudah langsung melakukan tugas antisipasi dan pencegahan, mereka memperluas area pengawasan dengan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penjaga Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia untuk menutup jalur jalur yang biasa dimanfaatkan kapal tradisional mengangkut TKI Illegal.

“jika ada kepulangan WNI kita akan screening, gugus tugas sudah bekerja, titik pengawasan ditambah pelan-pelan kita mengcounter semua titik tak hanya internasional bahkan dalam negeri, misalnya di kecamatan Long Bawan Krayan, disana perbatasan sudah tutup dan kita fokus di bandaranya.”katanya. (KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top