Alokasi Rp.40 Miliar Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 Ini Rinciannya

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGC) Nunukan Kalimantan Utara mengalokasikan Rp.40 miliar untuk masyarakat terdampak secara sosial, ekonomi dan kesehatan dari refocusing anggaran untuk penanggulangan wabah Corona dengan total Rp.73 miliar.

Sebagaimana dijelaskan juru bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali, Rp.73 miliar terbagi menjadi 2 item, Rp.40 miliar untuk masyarakat terdampak dan Rp.33 miliar untuk back up logistik dan operasional lapangan.

Hasan menjelaskan, sampai saat ini, rapat untuk regulasi dan arah pemakaian dana Rp.73 miliar masih terus dibahas.

“Sampai sekarang finalisasinya belum, tapi kalau untuk yang 40 miliar untuk masyarakat itu sudah mulai terealisasi” ujarnya, Minggu (26/04/2020).

Sedikit detail, Hasan merincikan, anggaran dengan estimasi Rp.40 miliar terbagi dalam beberapa sektor, sektor kesehatan dialokasikan Rp.15 miliar, sektor ekonomi dengan sub total Rp.10 miliar dan sektor jaring pengaman sosial dengan asumsi Rp.10 miliar.

Untuk jaring sosial, Pemkab Nunukan sudah mulai mendistribusikan bantuan langsung ke masyarakat dalam bentuk voucher belanja senilai Rp.600.000 untuk masing-masing kepala keluarga, penerima voucher ditargetkan sekitar 8.595 KK.

Jumlah tersebut diluar data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 8.095 KK juga bukan penerima Program Keluarga Sejahtera (PKH) sebanyak 5.461 KK. Dalam distribusi voucher, Pemkab Nunukan menggandeng konten e Warung dari Bank Mandiri dan menentukan 89 toko di semua kecamatan sebagai agen/distributor sembako.

“Jumlah anggaran ini dinamis ya, kita fleksibel mengikuti perkembangan kasus” jelasnya.

Sementara untuk bidang kesehatan, sebagaimana dijelaskan juru bicara TGC Nunukan Aris Suyono, dari alokasi Rp.15 miliar, sesuai RAB yang baru disusun sudah terealisasi Rp.9.859.718.000, yang juga bersifat fleksibel mengikuti perkembangan dan urgensi kasus Covid-19.

Untuk logistik digelontorkan Rp.3,9 miliar, untuk pemenuhan kebutuhan karantina sebesar Rp.1,1 miliar, untuk kelengkapan ruang isolasi puskesmas Binusan dan Krayan Rp.56 juta, untuk biaya rujukan pasien Rp.513 juta, untuk pengiriman sample dan logistik dianggarkan Rp.128 juta, operasional dianggarkan Rp.3,1 miliar.

“Dan belanja modal untuk kebutuhan radiologi di RSUD Nunukan sebesar Rp.826.907.000,”katanya.(KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *