I Nyoman Warsayasa (Tengah) pasien positif terjangkit virus Corona dan dinyatakan sembuh saat berada di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.(HANDOUT/RSMH PALEMBANG)

Cerita Pasien Positif Corona Sumsel, Sembuh Setelah Dengar Kabar Bahagia Anaknya Lolos Kedokteran Udayana

Sumsel

SUMSEL – I Nyoman Warsayasa (55) warga asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan membagikan pengalamannya berjuang untuk sembuh setelah positif terjangkit virus corona dan menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Dikatakan I Nyoman, mulanya ia sempat datang ke daerah terjangkit pada pertengahan Maret 2020 lalu. Saat pulang ke rumah, ia mengelami batuk dan berobat ke dokter setempat lalu sembuh.

Tak lama setelah sembuh, I Nyoman kembali merasakan tubuhnya mengalami panas dan kembali memutuskan berobat di rumah sakit setempat. Setelah dirawat ia pun sembuh.

“Badan saya lemas tiga hari berturut-turu. Saya putuskan ke Palembang dan berobat di rumah sakit Charitas. Akhirnya dirujuk ke RSMH,” kata I Nyoman.

Saat menjalani perawatan di RSMH, I Nyoman dipastikan positif terjangkit virus corona setelah dilakukan uji sampel di Laboratorium Balitbangkes Jakarta.

Ketika divonis terkena Covid-19, ia pun mengikuti seluruh intruksi yang diberikan oleh tenaga medis untuk sembuh.

“Dokter bilang, kalau tidak ada penyakit lain saya akan sembuh. Saya semangat mendengar penjelasan itu, karena memang tidak ada penyakit lain,” ujarnya.

Dengar anak lulus, jadi semangat untuk sembuh

Dua pekan di rawat, I Nyoman menghabiskan hari-harinya di ruang isolasi untuk mengikuti intruksi yang disarankan dokter.

Ia semakin semangat untuk sembuh mendengar kabar anaknya berhasil masuk Kedokteran Universitas Udayana, Bali pada 8 April 2020 kemarin.

“Anak saya dikabarkan lolos kedokteran, saya semakin semangat ingin cepat sembuh dan pulang. Saya ucapkan terimakasih kepada dokter RSMH dan perawat yang sudah merawat saya, mereka betul-betul bekerja dengan hati,”ujarnya.

Meskipun telah dinyatakan sehat, I Nyoman mengaku saat tiba di rumah ia akan lebih dulu mengisolasi diri selama 14 hari, untuk memastikan dirinya benar-benar sehat.

“Setelah benar-benar sehat saya baru akan bertemu masyarakat tetangga sekitar, walau pun sekarang sudah,” katanya. KOMPAS.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *