Jenazah PDP di Nunukan Akhirnya Dipindahkan ke Kampung Halaman

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Jenazah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bernama Sapandi (60) yang meninggal dunia di bangsal isolasi RSUD Nunukan Kalimantan Utara akhirnya dipindah ke kampung halamannya di Kecamatan Lumbis Pensiangan, Jumat (10/04/2020).

Diterimanya sample swab dengan konfirmasi negatif dari laboratorium Surabaya, membuat keluarga besar almarhum berinisiatif membongkar kembali jenazah yang dikebumikan di pemakaman terpadu sekitar Mako Brimob Nunukan Selatan.

Keponakan almarhum, Ambing mengatakan pembongkaran makam dan pemindahan jasad pamannya dilakukan atas dasar kesepakatan hitam diatas putih.

“Sebelum dimakamkan keluarga dan tim gugus tugas Covid-19 Nunukan membuat kesepakatan, apabila hasilnya negatif keluarga boleh memindahkan almarhum,”ujarnya, Jumat (10/04/2020).

Pembongkaran makam, dimaksudkan untuk memberikan kremasi dan prosesi yang lazim dilakukan untuk jenazah, seperti dimandikan dan pemberlakuan ritual adat sebelum dikebumikan.

Meski merasa berat melakukan pembongkaran jenazah, Ambing tetap bersyukur kondisi pamannya bukanlah positif corona sehingga keluarga ingin memberikan penghormatan terakhir kalinya.

“Seandainya sebelum terima sample tidak dimakamkan tentu perasaan kita tak seperti ini, karena harus membongkar jenazah, atau mengganggu peristirahatan, tapi kita syukur karena masih bisa melakukan yang seharusnya dilakukan pada jenazah paman,”katanya haru.

Pembongkaran kembali jenazah PDP tersebut dilakukan pada Jumat (10/04) sekitar pukul 10.00 WITA, jasad tersebut harus melalui perjalanan panjang lewat jalur laut, dan diinapkan di Mansalong Seberang tempat kerabat, rencanya pukul 06.00 WITA hari Sabtu 11 April 2020 Jenazah dibawa ke Lumbis Pensiangan untuk pemakaman.

Sebelumnya, Sapandi (60) memiliki riwayat penyakit kulit dan menjalani perawatan di RSUD Tarakan, saat kembali pulang, ia dibawa ke RSUD Nunukan pada 30 Maret 2020, dengan keluhan lain berupa gejala mirip covid-19, demam, batuk, flu dan menjurus ke pneumonia, diagnosa tersebut membuat dokter menempatkannya di bangsal isolasi per 4 April 2020, dan akhirnya, rabu 08 April 2020, pasien tersebut mengalami gangguan pernafasan yang berujung gagal nafas dan meninggal dunia.(KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *