KRI Tawau Kunjungi Ratusan WNI di PTS Sabah

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Tawau Sabah Negara bagian Malaysia, mengunjungi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada dalam tahanan di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau – Sabah Malaysia.

Saat pandemic Covid-19 masih terus mewabah, KRI ingin memastikan kondisi para WNI dalam sel tahanan dan memberi motivasi agar bersabar dengan keadaan mereka. WNI yang berada dalam PTS merupakan WNI yang terjaring aparat Malaysia akibat permasalahan dokumen keimigrasian, over stay juga akibat terlibat narkoba dan pidana umum.

Konsulat RI di Tawau Sulistijo Djati Ismodjo melalui Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Emir Faisal mengatakan, kunjungan dimanfaatkan juga dengan pemberian bantuan berupa barang keperluan sehari-hari.

‘’ Konsul RI Tawau didampingi Koordinator Satgas Perlindungan WNI, P.F. Pensosbud dan Staff Teknis Imigrasi telah melakukan kunjungan ke Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau dalam rangka memberikan perhatian dan bantuan berupa barang keperluan sehari-hari. Konsul RI berpesan agar para WNI bersabar menunggu kepulangan ke tanah air.’’ ujar Emir, Rabu (29/04/2020).

Barang keperluan yang diberikan berupa sabun mandi, pasta gigi, shampo, biskuit, pembalut wanita, popok  dan susu diberikan kepada 655 orang  WNI dalam PTS Sabah, terdiri dari 548 orang laki-laki dewasa, 87 orang perempuan dewasa dan 20 anak-anak.

Sejauh ini belum ada jadwal pasti kapan mereka akan dideportasi, namun berdasarkan keterangan lisan dari pihak PTS, pemulangan akan dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri 1441 H, akan tetapi pihak PTS juga belum mengetahui kapan tanggl pastinya.

Emir mengatakan, konsulat akan berupaya semaksimal mungkin mendorong kepulangan para WNI, namun semua bergantung izin dari Pemerintah Sabah dan kesiapan Pemda Nunukan dalam menerima kedatangan para WNI. Diharapkan ada langkah karantina yang disiapkan Pemkab Nunukan dalam antisipasi sebaran Covid -19.

‘’Dimasa wabah Covid-19 sesuai protokol kesehatan, seseorang yang baru datang ke suatu negara wajib dilakukan karantina selama 14 hari’’ katanya.

Saat ini kebijakan mengunci kawasan otoritas Malaysia masih berlangsung, KRI terus mencoba memastikan para WNI khususnya pekerja ladang sawit dan para buruh juga nelayan di wilayah kerja KRI Tawau dalam kondisi sehat dan tercukupi.

Namun demikian ada sejumlah sektor yang sudah mulai beraktifitas, seperti perusahaan sawit, bengkel kendaraan, kedai warehouse, tapi terbatas yang diizinkan dan dibatasi waktunya.

Perkembangan kasus terbaru Covid-19 di Sabah Negara bagian Malaysia tercatat sebanyak 313 kasus konfirmasi positif, dengan 4 kasus kematian, dan 217 penderita dinyatakan sembuh. khusus untuk Tawau tercatat 81 kasus, 61 dinyatakan sembuh dengan 1 kematian.(KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *