Petugas Medis Nunukan Ambil Sample Swab 20 ODP

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Petugas medis dari Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Nunukan Kalimantan Utaa mengambil sampel swab (dahak) dan rapid diagnosis test (RDT) terhadap ODP di rusunawa yang diduga kuat memiliki riwayat atau kontak erat dengan pasien positif corona atau COVID-19.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyono mengatakan, pengambilan sample swab bakal dilakukan bertahap bagi seluruh penghuni rusunawa.

“20 orang ini pengambilan swab tahap pertama, kita akan lakukan bertahap, dan kalau tidak ada halangan sample akan kita kirim ke Tarakan lalu Surabaya,”ujarnya, Selasa (07/04/2020).

43 Orang di tempat karantina sementara di rusunawa Nunukan merupakan hasil pelacakan tim gugus tugas atas kontak erat pasien positif corona kluster jamaah tabligh yang melakukan perjalanan dari Sulawesi Selatan dengan KM.Lambelu dan berlabuh di pelabuhan Tunon Taka pada 28 Maret 2020 lalu.

Dari jumlah manifest KM.Lambelu sekitar 400 orang (sebelumnya dikatakan 250 orang), tim gugus tugas baru mendapatkan 43 orang, namun demikian puluhan penumpang yang terdaftar di manifest tengah ditelusuri dari nomor telepon seluler yang terdata.

“Kita kesulitan tracing karena alamat lengkap penumpang tak terdaftar dalam manifest,”jelas Aris.

Menjawab persoalan ini, kepala kantor Pelni cabang Nunukan Alexius menjelaskan data penumpang kapal Pelni mencantumkan nama sesuai KTP, Nomor NIK KTP dan nomor telepon seluler penumpang.

Sehingga apabila alamat penumpang dikatakan tak lengkap, bisa saja dilacak dari NIK yang terdaftar dengan menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Bisa dilacaklah, itu ada NIK,”jawabnya.

PT.Pelni saat ini telah mengeluarkan kebijakan pembatasan jarak penumpang, sehingga dari kuantitas kapal Pelni 2.100 penumpang, Pelni hanya menjual 1000 tiket saja, karena tempat duduk harus berjarak sebagai antisipasi penyebaran wabah corona.

Pengguna kapal Pelni di Nunukan juga mengalami penurunan drastis, alasan Malaysia masih lockdown menjadikan penumpang anjlok hingga lebih 50 persen.

“Nunukan itu biasa penumpangnya para TKI Malaysia, begitu lockdown, otomatis sepi,”katanya.

Data terbaru kasus Covid-19 di Nunukan, masih terdapat 77 Orang Dalam Pemantauan (ODP), ada 13 Orang Tanpa Gejala (OTG), mereka adalah masyarakat yang melaporkan diri sebagai penumpang KM.Lambelu yang berlabuh di Tunon Taka 28 Maret 2020 lalu.

Total OTG di Nunukan 33 orang, dan PDP 6 orang, ada 14 pasien di bangsal isolasi RSUD Nunukan, terdiri dari 6 pasien PDP, 4 ODP dengan perburukan, dan 4 pasien positif corona.(KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *