Polemik Puskesmas Binusan, Camat dan Kades Diminta Gencarkan Sosialisasi Covid-19

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Wacana pemerintah Daerah Nunukan Kalimantan Utara melakukan langkah antisipasi lonjakan pasien Covid-19 dengan mempersiapkan gedung Puskesmas Binusan sebagai bangsal isolasi, mendapat penolakan warga setempat.

Seluruh warga Binusan bahkan sempat menanda tangani penolakan fungsi Puskesmas untuk gedung isolasi karena khawatir paparan virus dan keamanan warga sekitar.

Menjawab persoalan tersebut, Juru Bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali mengatakan, wacana penunjukan Puskesmas Binusan sebagai gedung isolasi sebenarnya telah dirapatkan dan tidak ada suara keberatan saat itu.

“Lokasi Puskesmas jauh dari pemukiman, mungkin sekitar 300 meter, sebenarnya masyarakat tak perlu khawatir” ujarnya, Kamis (23/04/2020).

Penularan virus covid-19 kata Hasan, bukan melalui udara dan bisa menular dengan jarak sedemikian jauh.

Selama tidak terjadi droplet atau efek semburan air ludah, penularan corona tidak akan terjadi. Untuk itu, Hasan melanjutkan, butuh sosialisasi intens terkait Covid-19 ke masyarakat agar memahami bagaimana reaksi dan antisipasinya.

“Kami mengimbau camat dan kades turun, aktifkan jaringan untuk melakukan sosialisasi lebih intens, sehingga mereka faham” katanya.

Sebelumnya, Ketua Rt.02 Desa Binusan Abdul Kahar mengatakan, penolakan sempat dilakukan 15 Rt di Binusan.

“Ada 15 Rt di Binusan sepakat dan bertanda tangan menolak fungsi isolasi di Puskesmas, tapi ini masih dirapatkan lagi” ujarnya, Selasa (21/04/2020).

Kahar mengatakan, dengan nihilnya kasus warga Binusan yang tak masuk dalam daftar orang terdampak atau terindikasi Covid-19, sebenarnya Binusan justru membantu pemerintah dalam antisipasi corona, petugas medis tak perlu repot melakukan tracing atau tindakan medis khusus dengan kesehatan masyarakat saat ini.

Namun sebaliknya, jika Puskesmas Binusan benar-benar menjadi fasilitas isolasi untuk pasien corona, kemungkinan terpapar selalu terbuka yang tentunya menempatkan masyarakat setempat dalam bahaya yang sebetulnya bisa dijauhkan.

“Seperti ceramah ustadz Abdus Somad, larilah kalian dari wabah seperti dikejar singa, ketika kami sudah melaksanakan itu, kenapa malah pemerintah menempatkan singa di desa kami? katanya.(KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *