Ricuh, Api Sempat Berkobar di Rusunawa

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Pelaku karantina yang berada di rusunawa Nunukan Kalimantan Utara memprotes adanya tindakan diskriminatif dan justifikasi masyarakat di sosial media.

Mereka merasa diasingkan dan dianggap pembawa virus, apalagi mereka bercampur baur dengan pasien positif sehingga mempengaruhi psikologi dan memantik protes.

“Sempat terbakar kasur di ruang karantina, tapi berhasil dipadamkan” tutur ketua RT.07 Nunukan Selatan Adharsyah, Minggu (19/04/2020).

Suasana ricuh terjadi sekitar pukul 12.00 WITA, sejumlah pelaku karantina memprotes lamanya mereka dikarantina karena hampir sebulan masih belum mendapat kejelasan status mereka, dan tidak tahu kapan dipulangkan.

Puncak kemarahan pelaku karantina yang mayoritas merupakan jamaah tabligh dan sebagai kontak erat dari 4 pasien positif Covid-19, adalah beredarnya nama-nama pasien yang positif di media daring facebook.

“Itu yang membuat mereka rusuh, sempat datang pemadam, patroli motor Polres, dan tokoh yang dituakan jamaah tabligh Haji Muhammad Sain” lanjut Adharsyah.

Kemarahan pelaku karantina kemudian diredam oleh H. Muhammad Sain, dijelaskan bahwa langkah karantina merupakan program terpadu yang menjadi aturan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Sain yang dianggap salah satu tokoh jamaah tabligh memberikan edukasi dan meminta penghuni rusunawa tenang, mengikuti protokol pemerintah sampai akhirnya masukan tersebut didengar dan diterima.

“Memang keluhan mereka adalah pola kerja gugus, mereka takut karena dicampur dengan yang positif, itu yang mereka suarakan” kata Adharsyah.(KU).

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *