Warga Desa Binusan Tolak Puskesmas Dijadikan Gedung Isolasi Pasien Covid-19

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Wacana menjadikan gedung Puskesmas desa Binusan  sebagai salah satu gedung isolasi untuk Pasien positif Covid-19 oleh Pemerintah Daerah Nunukan Kalimantan Utara kembali mendapat penolakan warga setempat. Penolakan yang sama sebelumnya disuarakan oleh masyarakat sekitar gedung rusunawa Nunukan selatan yang meminta karantina dijauhkan dari lingkungan mereka.

Alasan yang mendasari penolakan juga nyaris sama, yaitu takutnya terjadi pemaparan virus Covid-19 ke warga sekitar. Karena masalah sterilisasi wilayah tak ada yang bisa.

Ketua Rt.02 Desa Binusan Abdul Kahar mengatakan, penolakan sempat dilakukan 15 Rt di Binusan.

“Ada 15 Rt di Binusan sepakat dan bertanda tangan menolak fungsi isolasi di Puskesmas, tapi ini masih dirapatkan lagi” ujarnya, Selasa (21/04/2020).

Kahar mengatakan, dengan nihilnya kasus warga Binusan yang tak masuk dalam daftar orang terdampak atau terindikasi Covid-19, sebenarnya Binusan justru membantu pemerintah dalam antisipasi corona, petugas medis tak perlu repot melakukan tracing atau tindakan medis khusus dengan kesehatan masyarakat saat ini.

Namun sebaliknya, jika Puskesmas Binusan benar-benar menjadi fasilitas isolasi untuk pasien corona, kemungkinan terpapar selalu terbuka yang tentunya menempatkan masyarakat setempat dalam bahaya yang sebetulnya bisa dijauhkan.

“Seperti ceramah ustadz Abdus Somad, larilah kalian dari wabah seperti dikejar singa, ketika kami sudah melaksanakan itu, kenapa malah pemerintah menempatkan singa di desa kami? katanya.

Penolakan tersebut saat ini masih menjadi agenda rapat warga Binusan, Kahar mengatakan sejauh ini ada sekitar 163 masyarakat dari sejumlah RT yang telah menanda tangani agenda penolakan tersebut dan keputusan penolakan menunggu hasil rapat yang segera dilakukan.(KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *