Pasokan Sembako Malaysia Menutup Kekurangan Stock Sembako Nunukan di Masa Pandemi Covid-19

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Pasokan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dari Negara tetangga Malaysia masih menjadi andalan pemenuhan pangan di kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Terbukti saat Pemerintah Daerah Nunukan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pasar tradisional, banyak item sembako asal Malaysia masih memenuhi pasaran.

Keberadaan sembako Malaysia dikatakan menjadi berkah tersendiri di masa pandemi covid-19 sehingga meskipun distribusi  dari Sulawesi Selatan terhenti untuk sementara waktu, stok pangan masih tertutupi dan dipastikan cukup sampai sebulan ke depan.

Ini dikatakan Juru bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali, memastikan ketercukupan sembako jelang hari Raya Idulfitri dan masa pandemi covid-19, Bupati Nunukan Hj.Asmin Laura Hafid, Sekda Servianus, Kepala Bappeda Juni Mardiansyah, Kepala Dinas Perdagangan Ir,Dian Kusumanto, Kepala Dinas Sosial Ir.Jabbar dan kepala Dinas Kesehatan dr.Meinstar Tololiu turun ke pasar menjamin stock masih aman.

‘’Kita pastikan stock aman, apalagi kita masih dibantu dengan keberadaan sembako Malaysia,’’ujarnya, kamis (21/05/2020).

Hasan mengakui terjadi kenaikan harga menjelang hari raya, hal ini adalah sebuah kewajaran dan juga terjadi dihampir seluruh nusantara, kenaikan harga pasti selalu terjadi menyambut hari besar keagamaan atau ada hari besar lain.

Meski kenaikan harga terjadi, berdasar hasil sidak hari ini, kenaikan berkisar di angka Rp.1000 sampai Rp.2000 saja, tidak ada lonjakan signifikan, Hasan mencontohkan, gula pasir yang biasa dibanderol dengan harga normal Rp.13.000 saat ini dijual Rp.14.000/Rp.15.000.

‘’Kenaikan sudah umum kalau segitu, dan semua daerah biasa juga mengalami lonjakan harga, untuk persediaan pangan kita pastikan aman,’’ tegasnya.

Selain memastikan pasokan pangan untuk Nunukan, Pemkab juga memberikan edukasi kesehatan menanggulangi dampak wabah Covid-19, selain imbauan physical dan social distance juga menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan amalan cuci tangan pakai sabun, wajib masker dan membawa hand sanitizer, Pemkab Nunukan kembali menginisiasi program 100.000 masker sebagai kepedulian kesehatan masyarakat Nunukan.

‘’Program 100.000 masker menjadi lanjutan program bagi 5000 masker Bupati Nunukan, ini wujud kepedulian Pemkab terhadap kesehatan masyarakat,’’kata Hasan.(KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *