Tak Terima Bantuan Voucher Pasien Covid-19 Nunukan Protes

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Sejumlah pasien covid-19 di Nunukan Kalimantan Utara mengeluhkan belum adanya bantuan social yang mereka terima padahal mereka merupakan salah satu kriteria yang seharusnya mendapat alokasi bantuan.

Ada sekitar tiga puluh delapan pasien Covid-19 dari kluster jamaah tabligh yang mengeluhkan masalah ini, lamanya mereka menjalani karantina yang hampir dua bulan membuat penghasilan mereka hilang sehingga untuk mempertahankan dapur agar tetap ngebul mereka mengaku sangat kesulitan.

‘’Ada beberapa saja gak sampai sepuluh orang yang menerima bantuan sembako, begitu juga dengan voucher Rp.600.000 itu,’’ ujar Idrus Al Hamid, perwakilan komunitas jamaah tabligh Nunukan, Senin (18/05/2020).

Para jamaah tabligh yang merupakan pasien dan eks pasien tersebut berharap pemerintah memasukkan nama mereka dalam penerima bantuan jaring sosial, mereka yang memiliki profesi masing-masing sebagai pekebun, penjual air mineral juga petani rumput laut merasa berhak apalagi selama mereka diisolasi keluarga mereka tak lagi mendapat pemasukan sehingga uluran tangan pemerintah melalui jaring pengaman sosial menjadi bantuan paling diharapkan saat ini.

Selama menjalani karantina dan isolasi, banyak kisah keluarga jamaah tabligh cukup menyedihkan, beberapa diantara mereka yang menyewa rumah harus menunggak pembayaran, belum lagi nihilnya pemasukan membuat anak-anak mereka tak mendapatkan asupan gizi sebagaimana semestinya.

Idrus juga berharap, Pemerintah bijak dalam memberikan bantuan, lebih baik yang diberikan uang tunai sehingga yang dibelikan tidak hanya item dalam voucher, karena mereka juga butuh susu untuk anak juga kebutuhan bayi dan lainnya.

‘’Kasihan mereka, kami sudah serahkan data 38 nama itu ke Dinas Sosial, kami berharap nama mereka masuk dalam daftar penerima, karena sempat mereka mau ramai-ramai datangi Dinsos, tapi masih kami tahan, semoga Dinsos segera merespon ini,’’katanya.(KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *