Tambah 1 Kasus Positif Covid-19 di Nunukan , TGC ; Ini Kluster Baru

Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGC) Nunukan Kalimantan Utara kembali mendapatkan notifikasi hasil swab dari Balai Besar Laboratorium dan Kesehatan (BBLK) Surabaya, dengan hasil reaktif atau positif.

Juru bicara TGC Nunukan Aris Suyono mengatakan, pasien ke 36 yang dinyatakan positif merupakan pelaku perjalanan dari wilayah transmisi lokal, pasien ini berusia 44  tahun dan berdomisili di Kecamatan Sebatik Timur.

‘’Dia pelaku perjalanan dari Sukabumi Jawa Barat, dan sempat tinggal lama disana, kita simpulkan ini sebagai kluster baru yaitu kluster Sukabumi’ ’ujarnya, Minggu (03/05/2020).

Sample swab pasien positif ini diterima bersamaan dengan 10 sample swab lain dari 10 pasien untuk kepentingan monitoring dan follow up, Sabtu (02/05), hasilnya, semua masih dinyatakan positif dan belum sembuh.

Untuk kasus dengan kluster Sukabumi, tim medis pernah memberlakukan rapid test sebanyak 3 kali, rapid tes pertama dilakukan oleh tim kesehatan Sukabumi Jawa Barat pada 1 April 2020 lalu dan hasilnya positif, test kedua dilakukan tim medis Tarakan pada 14 April 2020 dengan hasil negatif dan rapid test terakhir dilakukan oleh tim medis Nunukan pada 21 April 2020 dengan hasil positif.

‘’Ini menunjukkan betapa pentingnya hasil rapid dalam membantu screening suspect covid-19,’’jelasnya.

Dengan demikian, TGC Nunukan segera melakukan tracing terhadap keluarga dan kontak erat pasien dimaksud dan segera mengevakuasi pasien dari Sebatik ke  RSUD Nunukan untuk isolasi dan therapy medis.

Hasil keterangan pihak Puskesmas Sei Nyamuk Sebatik, pasien kluster Sukabumi ini merupakan pasien yang taat dan patuh dalam melakuka n karantina mandiri sehingga diyakini hasil tracing tidak akan terlalu banyak.

Dengan penambahan 1 kasus positif, pasien konfirmasi Covid -19 Nunukan menjadi 36 orang. Aris mengatakan, sejumlah pasien konfirmasi terus mangalami peningkatan stamina dan tidak ada perburukan kondisi.

‘’Sebenarnya beberapa orang sudah bisa dikarantina mandiri di rumah, tapi untuk kehati-hatian sebaiknya kita akan karantina di gedung terpisah Puskesmas Binusan untuk pemulihan, ada 9 orang yang performanya mulai pulih” katanya.(KU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *