FPPM Lakukan Aksi Tinjau Lapangan, Berkaitan Pembenahan Yang di Lakukan Perusahaan Tambang di Malinau

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Forum Pemuda Peduli Malinau (FPPM) lakukan aksi peninjauan lapangan dengan tujuan PT. Kayan Putra Utama Coal (KPUC), PT. Atha Marth Naha Kramo (AMNK), PT. Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) dan PT. Mitrabara Adiperdana (MA).

Peninjauan yang dilakukan FPPM berkaitan dengan janji – janji perusahaan berkaitan dngan pembenahan satling pond penampungan limbah yang dilakukan perusahaan tambang.

Aksi kunjungan FPPM diikuti beberapa anggota terdiri dari Elisa selutan, Herberd A, Steven Y Lufung, Theodorus.G.E.B mewakili Jatam Kaltara, kunjungan FPPM di sambut baik perusahaan.

FPPM dalam melakukan peninjauan mendapati keberadaan keempat perusahaan antusias lakukan pembenahan pengolahan limbah.

Keempat perusahaan tersebut betul-betul melakukan pembenahan, walaupun secara perlahan, sudah memperlihatkan kemajuan yang signifikan.

Manager external relation PT. KPUC Kristoforus Supit kepada SWARAKALTARA.COM menjelaskan, memang apa yang sudah dilakukan FPPM awalnya kami pikir para pemuda ini marah ke perusahaan.

Makanya berdasarkan kesepakatan yang pernah dibuat antara pihak perusahaan dan FPPM, bahwa pihak perusahaan memberikan kesempatan kepada FPPM  melakukan peninjauan ke lokasi konsesi tambag, terutama lokasi setling pond pengolahan limbah, katanya.

Namun apa yang menjadi tindakan pemuda ini betul-betul berarti buat perusahaan, ditambah lagi beberapa kali tim dari pemerintah sempat mengunjungi setling pond kami, dan memberikan teguran-teguran.

“Bupati Malinau juga pernah berkunjung, dan kami juga menghimbau kepada kita untuk mengikuti aturan – aturan yang ada dalam Undang-undang Lingkingan Hidup.

Anjuran Bupati tersebut semua berkaitan dengan baku mutu kelayakan limbah, standarisasi pengolahan limbah, imbuhnya.

Kita memang diberi waktu untuk melakukan pembenahan sampai akhir 2017, nah inilah hasil yang kami kerjakan, seperti apa yang sudah kita sudah lihat tadi, pungkas Supit.

“Kami juga merasa kalau memang ada titik kelemahan ataupun kesalahan pada kami, nah atas segala macam peroses aksi yang dilakukan pemuda dan saran-saran yang dilakukan pemerintah kepada perusahaan, atas dasar inilah kami merasa terpanggil untuk memenuhi apa yang menjadi saran ke kami.

Namun kita juga menyadari bahwa masih ada kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan pengolahan limbah ini, pungkas Supit.

Perusahaan juga tetap melakukan pengembangan pengolahan limbah berdasarkan proses penawasan yang berupa batu tawas, nah kami juga sudah ada kerjasama yang nantinya akan dilakukan penawasan menggunakan tawas cair, ungkap Supit. (ezi/sk).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top