Team Observed Bekerjasama Dengan WWF Kaltara dan APMI, Jelajahi Hutan Kota Bunda Hayati

TANJUNG SELOR, SWARAKALTARA.COM – Team Observed Jelajah Hutan Kota, Kalimantan Utara, pada Minggu, (15/4) bersama WWF Kaltara dan Asosiasi Pemuda Maritim (APMI) menjelajahi Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor, Kalimantan Utara dengan tema : Make Your Green Comes True.

 

Team Observed Jelajah Hutan Kota menjelajah kawasan hutan dimulai dari pintu masuk hutan kota hingga kawasan rawa hutan yang memiliki potensi besar sebagai kawasan konservasi dan ekowisata.

Foto, lokasi Hutan Kota Bunda Hayati Tanjung Selor, Kaltara. (foto, istimewa)

Team Jelajah Hutan ini juga bekerjasama dengan WWF Kalimantan Utara dan APMI (Asosiasi Pemuda Maritim) Kalimantan Utara, ungkap Ketua Team Observed Jelajah Hutan Kota, M.Abrar Putra Siregar, lewat rilisnya kepada swarakaltara.com selasa (17/4).

Lanjut kata dia, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan potensi hutan kota dimana masih banyak potensi yang masih belum dimanfaatkan salah satunya belum adanya pendataan flora dan fauna yang sebagai rujukan untuk bahan edukasi konservasi dan ekosistem hutan kota khususnya di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

foto Team Observed Jelajah Hutan Kota BUNDA Hayati Tanjung Selor Kalimantan Utara, Minggu (15/4).(ezi/istimewa/sk).

“kurangnya pemanfataan fasilitas yang telah tersedia seperti ruang pertemuan dan fasilitas pembelajaran hutan kota yang terbengkalai tidak terawat, imbuh Abrar.

 

Hal ini melatarbelakangi kami untuk melaksanakan study kelayakan potensi hutan kota sebagai penyeimbang ekosistem.

foto Team Observed Jelajah Hutan Kota BUNDA Hayati Tanjung Selor Kalimantan Utara, Minggu (15/4).(ezi/istimewa/sk).

 

Kegiatan yang kami lakukan menjelajah beberapa spot-spot sarana dan prasarana serta habitat insect seperti Kumbang, Kupu-Kupu, Lebah, Capung, Semut dan lain-lain, serta tanaman-tanaman hutan yang ada disekitar hutan kota.

 

Dengan kondisi hutan kota yang terbengkalai membuat kami sulit untuk memasuki akses keberbagai tempat serta hutan juga termasuk lahan rawa menjadi salah satu hambatan kami saat melakukan penjelajahan kali ini, ujar Abrar.

 

Setelah mendapatkan data dari hasil jelajah hutan kali ini, Team Observed Jelajah Hutan Kota juga akan melaksanakan Talkshow dan Pameran Poster Jelajah hutan Kota Bunda Hayati Kalimantan Utara yang akan dilaksanakan pada bulan April 2018.

 

Salah satu pengurus Asosiasi Pemuda Maritim (APMI) Kalimantan Utara Mario Oktafianus Unarajan, juga berharap anak muda serta komunitas pencinta alam untuk sama-sama menjaga salah satu aset yang berpotensi menjadi sarana rekreasi Hutan Kota Bunda Hayati.

 

Menjaga lingkungan hutan berarti kita menjaga diri kita dan orang lain. Karena dari setiap oksigen yang kita hirup merupakan suplay tumbuhan dan tanaman yang berada di sekitar kita, Ujar Mario Oktafianus Unarajan. (ezi/sk).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top