Bupati Malinau Hadiri Panen Padi Perdana PT.MA dan PT. BDMS

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bupati Malinau DR. Yansen TP, M.Si hadiri panen padi perdana di lahan pertanian yang di lakukan oleh PT. Mitrabara Adiperdana (MA) dan PT. Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS), Muara Bengalun, Desa Malinau Kota Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau, Jumat (18/5).

Hadir bersama Bupati Malinau, Kapolres Malinau AKBP Bestari Hamorangan Harahap, S.I.K, M.T, Dandim 0910 Malinau Letkol Kav Yudi Suryatin, S.I.P, M.Si, Asisten II Ernes Silvanus, dan unsur Muspida lainnya.

foto Bupati Malinau pada saat kegiatan panen padi perdana PT. MA dan PT. BDMS, Jumat (18/50), (EZI/SK).

Yansen TP bersama Unsur Muspida turun melakukan pemotongan padi jenis padi unggul lokal dengan nama Sertani, padi ini berumur 100 hari, dan unggulan padi ini tahan terhadap hama wereng coklat, ucap Suryanti, SP. MSi, Staf ahli pertanian PT. BDMS dan MA.

Bupati Malinau Dr. Yansen TP, MSi, pada kesempatannya mengucapkan terimakasih kepada PT. MA dan BDMS yang telah melaksanakan satu program yang sangat baik dan pararel dengan kebijakan pemerintah daerah, yaitu membangun dunia pertanian malinau.

foto Bupati Malinau pada saat kegiatan panen padi perdana PT. MA dan PT. BDMS, Jumat (18/50), (EZI/SK).

Untuk itu saya berharap semoga apa yang telah dilakukan ini merupakan langkah awal untuk langkah-langkah selanjutnya.

Sebagaimana yang kita sadari, bahwa setiap keberadaan dunia usaha itu harus memberi akses kepada pemerintah setempat, dan PT.MA dan BDMS telah memberikan satu kegiatan yang boleh saya katakan pioner dan saya berharap agar apa yang diprediksi terus di tingkatkan, ungkap Yansen.

Dalam rangka kita memberikan satu program nasional yaitu ketahanan pangan dan menciptakan ketahanan pangan daerah, yang juga merupakan salah satu program unggulan daerah kabupaten malinau, yakni RT Bersih, Wajib Belajar 16 Tahun dan Beras Daerah (Rasda).

Kenapa beras daerah? Karena Indonesia merupakan negara agraria, luas wilayah kita hampir 60% adalah wilayah hutan, namun kita belum hidup dari hal itu, bayangkan dengan Gemah Ripah Loh Jinawi itu menggambarkan indonesia yang subur, yang makmur.

Namun faktanya kesuburan itu tidak memberikan dampak apa-apa untuk kita di malinau, oleh sebab itu tidak tepat jika malinau ini bergantung pada orang lain, imbuhnya.

Teman-teman saya di propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tanya saya, bagaimana jatah beras sejahtera untuk malinau, dan saya jawab silahkan kalau memang itu program nasional, tapi kalau beras yang akan dimasukan ke malinau tersebut kualitasnya di bawah kualitas beras malinau sama saja tidak ada manfaatnya.

“Oleh sebab itu, kepada para petani saya katakan, mari kita semua menghidupkan kehidupan kita dari potensi dan kekuatan yang kita miliki, kebijakan daerah dengan beras daerah tidak lain ialah, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan mafaat dari alam dan potensi yang ada di Kabupaten Malinau.

Nah, kebijakan kita Pemerintah Daerah, sudah berpihak kepada masyarakat malinau, siapapun orangnya yang tidak punya pendidikan sekalipun pasti bisa bekerja, tidak harus sekolah tinggi untuk menjadi petani yang sukes, ujar Yansen TP.

Dia berpesan, tolong disampaikan kepada direksi PT. MA dan BDMS, agar program ini diteruskan, kalau bisa di naikan greednya dan bukan hanya kepada kelompok tani Desa Malinau Kota saja dan juga bukan hanya 7 hektar saja, kalau bisa 700 hektar kedepan untuk di Kabupaten Malinau.

Ini semua agar di perusahaan ini jangan lagi makan beras dari luar, kalau boleh perdayakan beras yang ada pada petani malinau, jadi jangan perusahaan ini makan bers luar, melainkan makan beras rakyat malinau.

Dan untuk padi yang akan dipanen ini, jika akan digunakan untuk bibit, dipilihlah bibit yang baik, namun sebaiknya di bagikan untuk masyarakat saja, pungkas Yansen TP. (EZI/SK).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top