Panglima : KOPPAD Borneo Harus Mengangkat Harkat dan Martabat Kehormatan Masyarakat Dayak

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Panglima Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo (KOPPAD Borneo) menyempatkan diri berkunjung dan menyaksikan pembukaan festival budaya adat Hari Lundayeh (Aco Lundayeh) yang dilaksanakan di alun – alun balai adat Lundayeh Desa Wisata Pulau sapi Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau, Senin (9/7).

Ini pertama kalinya saya datang ke malinau bertepatan dibukanya festival budaya adat Aco Lundayeh yang pertama juga baru kalinya dan yang saya dengar pelaksanaan Aco Lundayeh ini juga mengundang suku dayak lundayeh dari berbagai daerah dan bahkan ada yang dari luar negeri, ungkap Panglima KOPPAD Borneo Dr. Abriantinus, M.A kepada SWARAKALTARA Selasa (10/7).

Panglima KOPPAD Borneo Dr. Abriantinus, M.A memakai rompi corak kuning, foto bersama anggota KOPPAD Borneo Distrik Malinau dan Distrik Nunukan (foto, ezi/sk).

“ini merupakan satu momentum yang sangat membanggakan bagi orang dayak, betapa kita sangat mencitai adat budaya kita.”

Saya melihat festival seperti ini akan menjadi mahnet daya tarik yang cukup baik untuk dunia pariwisata, dan jika acara seperti ini dilaksanakan secara rutin dan masuk dalam agenda-agenda pemerintah daerah bekerja sama dengan persekutuan dayak lundayeh otomatis hal seperti ini akan berdampak cukup bagus bagi pariwisata dan multipel efeknya akan menyentuh masyarakat juga, pasti akan menggerakan perekonomian yang sangat baik kedepan untuk Kabupaten Malinau, imbuh Abriantinus.

Apa yang sudah saya lihat dalam pelaksanaan Aco Lundayeh ini, saya berharap kedepan KOPPAD Borneo wajib turut berperan terutama mengawal acara tersebut dengan baik, apalagi anggota – anggota KOPPAD Distrik Malinau terlibat langsung dalam kepanitiaan, maka KOPPAD harus turut mensukseskan acara tersebut dan juga turut mengamankan tentunya bersama-sama dengan TNI – Polri.

Sedikit saya jelaskan sesuai apa yang menjadi komitmen KOPPAD dalam melakukan pengamanan dan pengawalan, nah kenapa KOPPAD wajib mengawal acara Aco Lundayeh tersebut, karena seperti kepanjangan KOPPAD sendiri yaitu Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo, apa pusaka adat dayak borneo itu? Yaitu Bumi Borneo atau Kalimantan lengkap beserta dengan peninggalan nenek moyang suku dayak termasuk Adat dan Seni Budaya.

“untuk itu saya selalu menekankan kepada anggota – anggota KOPPAD agar selalu bermitra bersama masyarakat, Pemerintah, Aparat Keamanan TNI-Polri termasuk dengan dunia usaha, sehingga kehadiran KOPPAD dapat menjadi fasilitator diantaranya. Sesuai dengan Visi KOPPAD mengangkat harkat dan martabat kehormatan masyarakat dayak secara elegan dan terhormat dan mempersiapkan generasi KOPPAD menjadi calon pemimpin yang akan datang. Ini merupakan salah satu dari tujuh bidang yang kita jalankan termasuk pengembangan seni dan budaya juga.”

Satu yang menarik bagi saya setelah menyaksikan festifal Aco Lundayeh tersebut, saya melihat ada tugu ataupun patung buaya ternyata itu merupakan karya dari seorang Komandan Distrik KOPPAD Borneo, artinya KOPPAD Borneo betul-betul mengawal dan mendung acara ini, pungkas Panglima KOPPAD Borneo. (ezi/sk.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top