Suku Dayak Punan Tampilkan Upacara Niva Duru di Hari ke Lima Irau Malinau

Malinau – Tak kalah dengan atraksi Suku Dayak lainnya pada gelaran IRAU ke-9 Tahun 2018, Suku Dayak Punan menampilkan Upacara Niva (memanggil atau memohon) Duru (roh tertinggi dan mulia) di hari ke lima, Jum’at (19/10) Arena Pelangi Intimung Pusat Pemerintahan Kabupaten Malinau.

Kebiasaan tradisi Dayak Punan secara turun temurun, orang Punan apabila melakukan suatu kegiatan seperti membuat permukiman baru atau kampung baru atau pada acara pemilihan pemimpin baru, kami membuat acara meminta kepada Duru untuk hadir bersama kami untuk memberkati acara atau pekerjaan yang sudah kami lakukan dan juga untuk ungkapan syukur” kata Ketua Adat Dayak Punan Libun Ayu.

Upacara Adat Punan, Niva (memanggil atau memohon) Duru (roh tertinggi dan mulia)

Libun juga mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut serta memeriahkan acara IRAU ke-9 dan HUT Kabupaten Malinau ke-19 tahun ini. Ia menyadari bahwa ada kemajuan dan perkembangan yang pesat dari Kabupaten Malinau.

“Dahulu kami tahu Malinau ini hanya sebuah Kecamatan dan sekarang menjadi sebuah Kabupaten, kami merasa bangga atas kemajuan yang telah dicapai dan kami masyarakat Punan sangat mendukung pembangunan pemerintah daerah yang sudah dicanangkan ini.”

Bupati Malinau Dr Yansen TP, M.Si mengajak masyarakat untuk mensyukuri rahmat Tuhan atas apa yang sudah diberikan kepada Malinau yang dahulu masih dalam Kecamatan dan sekarang sudah berkembang menjadi sebuah Kabupaten.

Penampilan Tarian Adat Punan pada Irau ke 9 Tahun 2018

“Mungkin bapak dan ibu atau adik-adik yang masih belum ada di jaman itu, sekarang sudah lebih maju dan berkembang dibandingkan kondisi dahulu. Dahulu jalan dari Malinau Kota menuju Tanjung Lapang hanya jalan setapak dengan alang-alang yang lebat. Sekarang jalan bisa dilalui dengan menggunakan mobil, kendaraan bahkan seluruh rumah tangga sekarang mempunyai kendaraan masing-masing di rumah. Ini bukti kemajuan kita sekarang sangat luar biasa” ungkap Yansen.

Saya dapat merasakan apa yang dirasakan warga Punan yang sangat mensyukuri atas perkembangan yang mereka rasakan sekarang karena keberadaan mereka yang berada di pedalaman. Dan saya juga sangat mengapresiasi atas penampilan atraksi budaya yang telah ditampilkan warga Punan pada hari ini.

“saya berpesan kepada seluruh ketua adat, paguyuban untuk tidak melihat Suku Punan hari ini tetapi lihatlah 10 tahun ke depan, “Mereka akan menjadi pesaing yang hebat dalam artian membangun. Lihat, yang tampil dalam atraksi tadi 90% anak muda. Mereka kelak akan menjadi generasi untuk kekuatan Punan ke depan.

“Saya bangga kepada Dayak Punan yang memiliki seni ukir atau anyaman yang memiliki kualitas yang berbeda dari yang lain. Hal ini bisa dilihat dari tas-tas yang telah digunakan oleh para istri pejabat daerah. Mereka memiliki seni ukir yang bagus, ini berdasarkan pengamatan saya, ujar Yansen”. (***).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top