Tingkatkan Kreativitas dan Bakat Siswa, SMPN 1 Malinau Kota Gelar Pentas Seni dan Bazaar

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Menjadi kegiatan rutin tahunan sekolah, kembali SMPN 1 Malinau Kota Kabupaten Malinau menggelar kegiatan bazaar dan pentas seni di halaman sekolah, pada Kamis(15/11).

Hadir pada acara bazaar dan pentas seni ini Ketua Penggerak PKK Ibu Ping Ding Yansen yang merupakan Istri Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si, Plt Kepala Dinas Pendidikan Malinau FX, Brata Puji Susila, Ketua Komite SMPN 1 Malinau Kota, Para Orang Tua Murid dan tamu undangan lainya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Malinau Kota Thomas Welinson dalam sambutannya mengatakan, program pentas seni dan bazaar yang dilaksanakan ini merupakan program dari kementrian pendidikan nasional.

SMPN 1 Malinau Kota ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan Nasional menjadi satu-satunya sekolah Rujukan Tingkat SMP di Kabupaten Malinau. Setelah di tunjuk SMPN 1 Malinau Kota mulai berbenah, pertama menyangkut managemen sekolah, termasuk kualitas bapak ibu guru menjadi profesional, dan ini dilatih dan dibina oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Selain itu lanjutnya, kami juga di suport dana oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

Ketua PKK Ibu Ping Ding Yansen, saat mengunjungi pameran pendidikan SMPN 1 Malinau Kota. (foto, ezi/sk).

Maksud dan tujuan acara bazaar dan pentas seni dilakukan guna meningkatkan kreativitas dan penyaluran bakat siswa. Dan ajang silaturahmi keluarga besar SMPN 1 Malinau Kota dengan para alumni SMPN 1 Malinau Kota yang saat ini kita ketahui banyak yang sudah berhasil baik di bidang pemerintahan dan swasta.

“Ada rencana kami untuk mengundang alumni-alumni SMPN 1 untuk berdialog bagaimana membawa sekolah ini kedepan menjadi lebih baik lagi”.

Ketua PKK Ibu Ping Ding Yansen, saat mengunjungi pameran pendidikan SMPN 1 Malinau Kota. (foto, ezi/sk).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Malinau FX, Brata Puji Susila pada kesempatannya mengatakan, SMPN 1 Malinau Kota merupakan sekolah rujukan yang mempunyai Strata tertinggi di Malinau.

Tahun 2017 kita sudah usulkan beberapa sekolah di Malinau yaitu di Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara dan Malinau Barat, untuk menjadi sekolah rujukan. Namun hingga saat ini belum tercapai karena berbagai penerapan administrasi pelaksanaan 8 standar nasional yang belum terpenuhi.

Lanju kata dia Brata, ada beberapa program di sekolah model ini yaitu bazar, pentas seni, dan pameran pendidikan yang sudah dipersiapkan oleh anak-anak kita, dan inilah bentuk kreasi mereka. Kita harus dukung dan suport baik mental maupun keperluan pendidikan mereka.

Karenanya hanya merekalah yang menjadikan Malinau ini betul-betul maju dan sejahtera sehingga tujuan kita menjadikan malinau maju sejahtera dengan visi Desa Membangun yaitu salah satu programnya dapat tercapai yakni wajib belajar 16 tahun.

Kita perlu mengasah persiapan mental, sehingga anak-anak kita mempunyai revolusi mental.

Selain itu, gerakan literasi bukan hanya membaca, tapi bagaimana sekolah memberikan semangat kepada anak-anak sekolah, pungkasnya. (ezi/sk).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top