Yansen TP Pimpin Sosialisasi Pembentukan ICDN di Kabupaten Malinau

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Dr. Yansen TP, M.Si pimpin sosialisasi pembentukan Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional (ICDN) di Kabupaten Malinau, Yansen TP  diberikan mandat pembentukan ICDN persiapan percepatan Pra Munas yang rencanannya akan dilaksanakan di Samarinda pada bulan Maret mendatang.

 

Hadir pada sosialisasi pembentukan ICDN perwakilan-perwakilan dari etnis Dayak Kenyah, Dayak punan. Dayak Abay, Dayak Tahol, Dayak Tengalan, Dayak Lundayeh, Dayak Sa’Ben, Dayak Kayan, dan Dayak Brusu.

 

ICDN ini janganlah di takuti dan jangan bimbang, sebagaimana lahirnya sebuah lembaga atau ikatan yang menggambarkan semangat dari berbagai macam etnis yang positif di indonesia, ungkap Wakil Ketua Umum Pembentukan ICDN Dr.Yansen TP, M.Si kepada SWARAKALTARA.COM usai acara, Ahad (27/1) di ruang pertemuan hotel mahkota Tanjung Belimbing Kabupaten Malinau Kalimantan Utara.

Ikon dayak sendiri ini cukup banyak dan beragam maka kita perlu mengkoordinir dan mengkoordinasikan kepada mereka dari keberagaman yang ada mampu memberikan warna yang baik bagi bangsa dan negara. Oleh sebab itu ICDN ini menjadi wadah besar bagi cendikiawan dayak untuk NKRI, timpalnya.

 

“ICDN ini menjadi wadah besar bagi cendikiawan dayak untuk NKRI, jadi kita tidak lepas dengan itu, seperti halnya slogan kita yaitu “Dayak maju, Dayak bangkit,  Dayak indonesia”.

 

Namun ini sebenarnya lebih kepada keprihatinan, tekat dan harapan bahwa kalimantan ini harus kita bangun dan kita jaga, satu dari komunitas tertua di kalimantan ini pada jasanyalah dia wajib untuk menjaga eksistensi dan kehormatan kehidupan berbangsa di kalimantan ini.

 

Untuk pembentukan ICDN di kabupaten malinau, dengan sendirinya malinau sebagai salah satu kabupaten di kalimantan utara sebagaimana di syaratkan berada di kalimantan ini, kita membangun kesetaraan harapan mereka seperti yang sudah kita saksikan, semua bertekat membentuk ICDN ini menjadi wadah membangun semangat berpartisipasi Cendikiawan Dayak di Malinau khususnya di Kalimantan Utara dan se Kalimantan bahkan di Indonesia.

 

“Secara pribadi sebagai yang ditugaskan untuk mensosialisasi kehadiran ICDN ini, saya berterima kasih dan bersyukur dengan deklarasi itu akan menjadi kenyataan bahwa partisipasi kehadiran mereka untuk menjaga kondusifitas untuk menjadi nyata”.

 

Lanjut kata Yansen TP, untuk percepatan Pra Munas setelah ini kita akan ke Kaltara, ini tidak ada hubungannya dengan politik tapi kita harapkan dengan adanya kesatuan dan persatuan masyarakat Dayak paling tidak mengeliminasi adanya hal-hal yang tidak kita kehendaki, dengan pandangan tidak ada persaingan antara suku, kelompok dalam Dayak itu sendiri, sehingga tidak ada konflik di tengah-tengah masyarakat. Saya harapkan dalam waktu dekat segera di Kalimantan, karena di semua Kabupaten di Kaltara itu sudah ada cendikiawannya.

 

Terkait budaya dan ekonomi, cenderung munculnya Lembaga orang akan berpikir pasti ke politik dan kekuasaan, yang jelas ICDN tidak berorientasi kepada politik. Utamanya bagaimana keprihatinan para cendikiawan melihat kepada fenomena masyarakat Dayak hidup dengan suasana lingkungan yang sebenarnya kaya dengan keberagaman potensi tapi tidak berdaya.

 

“Ketidakberdaan itu jangan di lempar ke orang, tapi lebih kepada dirinya, kenapa dia tidak bisa memanfaatkan potensi yang ada, nah disinilah peran dari icdn itu bagaimana membangun budayanya, pendidikannya dan membangun ekonominya dan membangun kesehatan dalam arti luas masyarakat dayak khususnya dan sumbangan bagi bangsa dan negara.

 

Saya berharap khususnya cendikiawan dayak kaltara, bahwa cendikiawan ini tidak membatasi siapa sepanjang dia etnis dayak dan mempunyai latar belakang yang kuat baik dalam aspek etika dan budaya, bahkan dia mempunyai keploporan yang baik untuk masyarakat saya kira itu termasuk cendikiawan. Definisinya cerdik pandai, maka siapapun yang memiliki kecerdikan kepandaian termasuk kualifikasi cendikiawan.

 

Nah oleh sebab itu inilah saatnya kita sungguh-sungguh belajar menyatukan diri untuk memberikan yang terbaik dari kita, yang selama ini saya yakini karena sikap kita yang apriori kekuasaan, apriori perkumpulan dan sebagainya, ICDN tidak melihat itu, ICDN hadir mari kita memberikan yang terbaik. Kalau kita berpikir dapat memberikan yang terbaik maka inilah kesempatannya kita berikan yang terbaik. Makanya saya katakan jangan lihat jabatan disini, tidak ada kekuasaan disini, tidak ada politik disini, yang ada betul-betul kapasitas kualifikasi ilmu pengetahuan dan kecerdasan,  ujarnya mengakhiri. (ezi/sk).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top