Tiga Organisasi Besar di Gorontalo ini Ajak Masyarakat Perangi Hoaks

GORONTALO, SWARAKALTARA.COM – Pemilu telah usai, polemik pasca pemilu tak bisa dihindari. Sehingganya hal tersebut membuat tiga organisasi besar di gorontalo mengambil sikap.

Tiga organusasi besar di Provinsi Gorontalo, yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Di awali dengan pembagian Ta’jil kepada masyarakat Gorontalo yang melintasi bundaran telaga, Kamis (23/05).

Fitri Usman selaku Jubir dari Ketiga Organisasi tersebut menyampaikan sikap mereka terkait dukungan kepada KPU RI atas hasil rekapitulasi pemilu 2019.

“Kami dari IMM, HMI dan PMII hari ini menggelar kegiatan pembagian ta’jil sekaligus menyampaikan sikap bahwasanya kami mendukung hasil rekapitulasi pemilu 2019 oleh KPU RI,” tutur Fitri Usman yang juga Ketua Cabang IMM Kota Gorontalo.

Fitri Usaman, Juru Bicara

Fitri usman melihat perkembangan bangsa pasca pemilu ini rawan akan perpecahan. Sehingganya bersama IMM, HMI dan PMII Gorontalo dirinya mengungkapkan sikap tegas ketiga Organisasi besar di Gorontalo itu bahwa mereka juga menolak provokasi dan gerakan inkonstitusional yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Ketiga Ormas Membagikan Ta’jil pada pengguna jalan di Simpang Lima Telaga Gorontalo

“Kami pun ikut menolak berbagai bentuk provokasi yang mengajak pada gerakan inkonstitusional untuk memprotes hasil Pemilu 2019 yang pada akhirnya hanya akan merugikan diri kita sendiri,” Ungkapnya.

Tak hanya itu, Fitri Usman pun meminta kepada pemerintah untuk mengkaji kembali pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif sacara serantak yang malah menyebabkan banyak petugas KPPS meninggal dunia.

“Kepada pemerintah kami meminta agar mengkaji kembali pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif secara serentak. Karena telah menyebabkan banyaknya petugas KPPS meninggal dunia,” Tegasnya

Lanjut, Fitri Usman mengajak lapisan masyarakat agar perangi hoaks, tidak terpengaruh isu-isu hoax dan dirinya mendorong pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan hasil Pemilu untuk menempuh jalur hukum secara konstitusional di Mahkama Konstitusi.

“Kepada semua lapisan masyarakat mari sama-sama kita perangi hoaks, jangan sampai kita terpengaruh dengan isu-isu hoax, fitnah dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Dan jika ada yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu ini silahkan tempuh jalur hukum aja ke MK,” Pungkasnya. (bb/red).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top