Kekhawatiran Orang Tua Mahasiswa Nunukan Yang Masih Berada di Wuhan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Kemunculan virus corona jenis novel coronavirus (2019-nCoV) yang berasal dari kota Wuhan di China, menjadi teror global.

Para orang tua mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di negeri tirai bambu inipun mengaku khawatir dan cukup takut dengan semakin lamanya keberadaan putra putri mereka di China tanpa ada kejelasan kapan pemerintah Indonesia memfasilitasi kepulangan mereka.
Seperti diungkapkan Abidin Tajang salah satu orang tua mahasiswa Nunukan Zakia Ayu Alvita Abidin Putri mahasiswi Hubei Polytekhnic University Huangshi yang kini berada di Wuhan karena terjebak dengan mewabahnya n-COV 2019 ketika liburan kampus.
“Namanya virus itu kalau kelamaan bisa menulari, kita tentu khawatir sekali dan berharap putri kami bisa segera dievakuasi dari China,”ujarnya, Kamis (30/01/2020).
Selain khawatir akan keberadaan anaknya di kota asal virus corona, kekurangan logistik dan terisolasinya kota dimaksud yang kini sama sekali tanpa akses transportasi menciptakan kekhawatiran lain.
Bagaimana anaknya memenuhi kebutuhan hidup dan survive di kota yang kini menjadi sorotan utama dunia tersebut.
“Saya larang keluar anak saya, tapi dia harus belanja untuk keperluannya, kita hanya berdoa saja semoga semua baik-baik saja,”harapnya.
Saat ini, mahasiswa Kaltara memang belum mendapat perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi seperti yang dilakukan sejumlah provinsi lain yang mengalokasilan bantuan anggaran untuk para mahasiswa dari kota asal mereka.
Daerah Istimewa Aceh misalnya, mereka memberi anggaran Rp.50 juta untuk kebutuhan mahasiswa asal Serambi Makkah yang berjumlah 12 orang, itu menjadi bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah, begitu juga dari pemerintah di provinsi di pulau Jawa.
“Beruntung KBRI memberi bantuan 280 yuan untuk tiap mahasiswa Indonesia, sekitar Rp.500 ribu lebih, bukan nilainya yang kita minta, bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah,”kata Abidin.
Ia yakin, semua orang tua mahasiswa Indonesia di China berharap pemerintah Indonesia segera melakukan evakuasi, minimal keluar dulu dari China, dan menjalani karantina sehingga bisa menenangkan dan mengurangi kekhawatiran para orang tua.
Virus corona sudah menyebar ke-16 negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Vietnam, Philipina, hingga Amerika Serikat dan negara di Eropa.
Sejauh ini, ada lebih dari 7.000 kasus virus corona terkonfirmasi di China per 29 Januari 2020, dengan 170 orang dilaporkan meninggal dan 124 pasien dinyatakan sembuh. Beberapa negara seperti Jepang, Spanyol, dan Jerman mulai mengevakuasi warganya yang tinggal di Wuhan.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top