Dinkes Nunukan Temukan Pelajar Positif HIV AIDS Akibat Seks Bebas

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menemukan adanya seorang pelajar di bumi Penekindi Debaya terindikasi positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) AIDS.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Nunukan Aris Suyono mengatakan, pelajar dimaksud terkena HIV karena menganut heteroseksual atau seks bebas.

“Perilaku menyimpang ini biasanya tidak terkontrol, mengingat remaja masih masa pubertas. Sehingga segala tindakan yang ada dalam pikiran bisa membuatnya terjerumus. Untuk itu, kita mengimbau orang tua untuk mengawasi anaknya,”ujarnya, Selasa (04/02/2020).

Kasus HIV AIDS 2019 di Nunukan dari sisi kasus terdapat penurunan jika dibanding 2018, tahun 2019 ada 28 kasus sementara tahun sebelumnya tercatat 33 kasus.

Pengidap HIV di Nunukan rata-rata dalam usia produktif yaitu 20 sampai 24 tahun, Dinas kesehatan mencatat 7 kasus atau sebanyak 25 persen kasus di rentang usia tersebut.

Dalam usia 25 sampai 49 tahun tercatat ada 19 kasus atau 67 persen, sementara diatas 50 tahun tercatat 1 kasus atau 3 persen.

“Kalau usia anak sekolah ada 1 kasus di usia 15 sampai 19 tahun, perilaku pergaulan bebas menjadi pemicu,”tegas Aris.

Seks bebas masih menjadi ranking pertama dalam penyebaran HIV AIDS di Nunukan, disusul homoseksual/lelaki suka lelaki (LSL) yang tercatat 7 kasus atau 25 persen, dan sisanya waria 1 kasus.

Dalam pencegahan, Dinas Kesehatan mengaku lebih kesulitan melakukan pendataan manakala lokalisasi dibubarkan, namun untuk tindakan konsultasi, dan pengobatan juga pembagian alat kontrasepsi tetap mereka lakukan.

“Kita bukan dalam artian menghalalkan perbuatan itu, kondom hanya sebagai antisipasi awal saja, ada juga kasus dia positif pengidap HIV tetap menolak pakai kondom, dan fakta di lapangan, dari 28 kasus tahun 2019, hanya 50 persen atau 14 orang yang mau memeriksakan diri, yang lain menolak diobati,”kata Aris.

Upaya pemeriksaan juga dilakukan di populasi kunci semisal tempat hiburan juga terhadap ibu hamil, ada sekitar 5.653 orang yang telah diperiksa Dinas Kesehatan tahun 2019 atau baru 47 persen, sisanya banyak yang menolak pemeriksaan dengan berbagai alasan bahkan ada yang menolak karena takut positif HIV.

“Tahun 2019, Dinas Kesehatan juga membukukan sebanyak 6 orang pengidap AIDS dan 3 orang meninggal dunia, terdapat juga pengidap HIV yang berpindah domisili keluar pulau Nunukan sebanyak 4 orang.”katanya. (KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top