2 Balita di Nunukan Meninggal Dunia Akibat DBD

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – 2 anak usia Bawah Lima Tahun (Balita) di Nunukan Kalimantan Utara meninggal dunia akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kondisi syok yang berkepanjangan dan terlambatnya kesadaran orang tua membawa anaknya ke fasilitas kesehatan menyebabkan komplikasi atas syok demam berdarah sehingga menyebabkan nyawa 2 balita di kecamatan Seimanggaris tidak tertolong.

Kepala seksi Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Nunukan Aris Suyono mengatakan, rata-rata balita yang meninggal terserang DBD disebabkan terlambat dalam penanganan awal sehingga ketika dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan dengue shock syndrome (DSS). Syok kritis ditandai dengan perdarahan yang mungkin muncul sebagai bintik-bintik kecil darah pada kulit (petechiae) dan bercak darah lebih besar di bawah kulit (ekimosis).

“Ada dua balita yang meninggal di periode Januari sampai awal Maret 2020, keduanya dari Seimanggaris dan satu balita di perusahaan BSI.”ujarnya, Selasa (17/03/2020).

Di kurun waktu Januari hingga awal Maret 2020 kasus yang terjadi sebanyak 65, ia mengklaim angka terjangkitnya warga Nunukan akibat DBD saat ini, masih lebih rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 80 kasus dengan 3 kematian. Pada periode Januari – Februari 2019 bahkan Pemkab Nunukan menetapkan KLB atas kasus tersebut.

DBD terjadi dikarenakan Nunukan yang memang merupakan wilayah endemi, pola hidup masyarakat juga masih terbilang kurang sadar kebersihan.

“Tapi memang hampir semua daerah di Indonesia ada kasus DBD, angka ini terbilang menurun dibanding tahun sebelumnya,”katanya.

Terkait penanganan DBD, Dinas Kesehatan beserta Puskesmas telah melaksanakan penyelidikan epidemiologi di semua wilayah dengan kasus suspect maupun positif.

Demikian pula untuk wilayah Seimanggaris khususnya di perusahaan BSI dimana salah satu balita meninggal akibat DBD.

“Dinas Kesehatan beserta Puskesmas Seimenggaris dan pihak BSI sudah langsung melaksanakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk), penyuluhan, abatesasi dan fogging.”katanya. (KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top