Antisipasi Corona Umat Katolik Nunukan Diimbau Tak Ke Gereja

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Dalam upaya menangkal penyebaran pandemi Covid-19 ummat Katolik di Nunukan Kalimantan Utara tak mengadakan misa di gereja. Pemerintah juga telah meminta agar masyarakat menjauhi kerumunan dan tetap di rumah (social distancing).

Menanggapi hal tersebut, gereja Paroki Santo Gabriel Nunukan mengeluarkan surat edaran tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Covid-19 pada umat katolik paroki. Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa misa harian dan mingguan akan ditiadakan mulai 23 sampai 28 Maret 2020.

Dijelaskan, virus corona masuk melalui saluran pernafasan, Selaput lendir, saluran bernafas, saluran lendir pernafasan kita berhubungan dengan saluran lendir mulut dan mata.

Ada 3 pintu masuk virus corona :

1. Menghirup partikel virus di udara waktu si sakit batuk atau bersin.

2. Lewat bibir dan mulut.

3. Ketika mengetuk dan mengucek mata.

“Cara memutus penyaluran virus adalah memutus mata rantai ketiga akses tersebut.”ujar Ketua dewan Pastoral Paroki gereja katolik wilayah Nunukan Arsenus Sele, Jumat (20/03/2020).

Hasil rapat para Pastor dan Dinas Kesehatan menghasilkan sejumlah poin yang harus diperhatikan khususnya ummat katolik di Nunukan.

Agar ummat tetap bijaksana dan tenang, menjaga stamina fisik dan pola sehat, untuk perayaan ekaristy dan ibadah lainnya, ada anjuran hal praktis sebagai berikut,

Misa hari minggu tetap diadakan tapi dianjurkan tetap di rumah dan berdoa, doa lingkungan, katekese, pengakuan dosa di lingkungan tidak ada, agar umat duduk tak berdempetan saat misa, mengatur jarak satu sama lain, dan saat keluar gereja jangan berdesakan, air suci gereja sementara waktu tidak disediakan, penerimaan komuni kudus hanya dengan tangan saja.

“Pemberian salam damai tidak dilakukan dengan saling jabat, tapi hanya dengan mengatupkan kedua telapak tangan di dada, sambil membungkuk mengucapkan “damai kristus”.”katanya.

Berkat untuk anak-anak sementara tidak ada, para pastor frater dan suster bertugas membagi komuni agar  terlebih dahulu membersihkan tangan dengan sabun atau tissue, penghitungan calon komuni pertama dan kegiatan sekami setiap hari minggu tidak ada sampai pemberitahuan berikutnya.

Kegiatan kirab salib di setiap stasi dan kapela yang sudah dijadwalkan dibatalkan tetapi penyabutan salib dari paroki Immaculata Tarakan tetap ada. Sehingga salib akan disimpan di paroki supaya ummat bisa berdoa di gereja.

“Hari senin 23 Maret sampai Sabtu 28 Maret tidak ada misa di gereja. Diimbau kepada ummat agar doa angelus pada pagi siang dan sore untuk mohon perlindungan malaikat Gabriel dan bunda Maria.”lanjut Arsenus.

Ummat yang sakit demam batuk flu atau pilek tidak dianjurkan ke gereja, kami anjurkan untuk segera berobat ke dokter dan berdoa di rumah dan tidak dianjurkan ke gereja bagi umat yang rentan sakit seperti balita, anak-anak, ibu hamil dan lansia, atau kondisi tak sehat. (KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top