Menilik Kesiapan KKP Jelang Kedatangan Ratusan WNA Peserta Iraw Tidung 2020

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM –  Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tunon Taka Nunukan Kalimantan Utara tengah bersiap-siap untuk melakukan skema tindakan medis dan registrasi untuk wisatawan manacanegara yang diundang dalam acara Irau Tidung 2020.

Kepala KKP Nunukan dr.Bahrullah mengatakan, pelabuhan Tunon Taka telah terpasangi thermo scanner yang telah diatur suhunya dan akan merespon suhu panas 38 derajat celcius bagi semua yang melewatinya.

“Kalau masalah indikasi dan suspect, semua kita pantau lewat layar digital, alat pendeteksi akan berbunyi saat ada orang dengan suhu diatas 38, tentu ada tindakan khusus berupa, isolasi, karantina dan dirujuk ke RSUD,”ujarnya, Senin (09/03/2020).

Idealnya, kata Bahrullah, WNA yang akan datang di Tunon Taka bakal melewati pemeriksaan medis tim KKP, lalu berlanjut ke Imigrasi untuk pencocokan dan validasi dokumen keimigrasian, dan berlanjut ke sinar – X oleh petugas Bea dan cukai termasuk alat-alat kesenian yang dibawa mereka nantinya.

Butuh tim terpadu, dan juga Satgas yang diinisiasi oleh Pemkab Nunukan dalam penanganan masalah ini, dengan tim khusus, penanganan tamu undangan dari Malaysia, Brunei dan Filipina tentu lebih detail, akurat dan menjadi jaminan mutu dalam setiap tindakan.

“Sejauh ini belum ada tim, semoga Pemkab bisa membentuk Satgas mereka, agar memudahkan dan membantu kelancaran tugas kita,”harapnya.

Pengawasan KKP juga tak hanya ketika berada di pelabuhan, sebagai garda depan dan salah satu instansi penanggung jawab urusan medis para WNA, mereka bakal terus memantau seluruh tamu baik saat perform sampai ketika pulang kembali ke negara asal.

Demi maksimalnya tugas KKP, mereka telah mengajukan permohonan bantuan personel ke Dinas Kesehatan Nunukan, supaya sama-sama bergerak dan menjadi palang pintu bagi masuknya covid-2019.

“Kita butuh personel lebih, personel kita terbatas, bantuan tak harus dari tenaga medis karena mereka akan membantu mengisi form tertentu terkait data dan riwayat sakit pendatang WNA,”katanya.

Saat ini, KKP telah melakukan kerja sama dengan RSUD dan Dinas Kesehatan untuk menjadi kontrol dan menjamin issue kesehatan aman, hal tersebut akan dibuktikan dengan pemberian health alert card (HAC) atau kartu kewaspadaan kesehatan kepada wisatawan.

Manager RSUD Nunukan dr.Dulman Sp.Og meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan virus corona, yang diperlukan adalah mengaplikasikan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan tangan, hindari terlalu sering menyentuh wajah dan mulut.

“RSUD sudah siap, bangsal isolasi pasti dipersiapkan, demikain juga obat dan tenaga medis, intinya virus corona itu tak bisa gampang menyebar di daerah tropis,”katanya.

Kabupaten Nunukan menjadi tuan rumah dalam festival budaya Tidung dalam Irau Tidung 2020, acara ini berlangsung 5 hari dibuka 10 Maret 2020, seniman Tidung dari Malaysia, Brunei dan Filipina bakal hadir untuk bertukar ilmu dan mempererat silaturahmi dalam atraksi yang bakal ditampilkan.

Untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran acara, segala persiapan telah dilakukan termasuk antisipasi isu dunia akan covid-19 juga isu terorisme mengingat Nunukan merupakan wilayah perbatasan RI. (KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top