Puluhan Buruh Pelabuhan Nunukan Dibriefing Untuk Tangkal Corona

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Puluhan tenaga kerja bongkar muat (buruh pelabuhan) Tunon Taka Nunukan Kalimantan Utara dibriefing tentang mekanisme tangkal virus corona.

Terlihat petugas Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan dan aparat TNI memberikan sosialisasi bagaimana seharusnya buruh bertindak manakala instansi pelabuhan melakukan pemeriksaan dan deteksi terhadap indikasi Covid-2019 di kapal-kapal komersil yang bersandar di dermaga tambat pelabuhan.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Tunon Taka dr.Bahrullah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai masuknya virus corona, terlebih pekerja bongkar muat yang dinilai berisiko terinfeksi virus mematikan itu.

“Pekerja bongkar muat di daerah kita ini juga berisiko terpapar karena mereka berinteraksi saat bongkar muat barang, solusinya jangan lakukan aktifitas bongkar muat sebelum petugas KKP memastikan area pemeriksaan steril,”ujarnya, Rabu (11/03/2020).

Kondisi kekinian di Malaysia dan Indonesia yang tengah terpapar Covid-2019 memerlukan peningkatan kewaspadaan dengan memperketat pemeriksaan.

Bahrullah meminta asosiasi yang menaungi pekerja bongkar muat, perusahaan dan agen pelayaran untuk ikut mewaspadai penyebaran virus corona. Hal itu lantaran saat bongkar muat, dimungkinkan ada interaksi antara pekerja muat dengan anak buah kapal (ABK) sehingga juga berisiko terjangkit jika ada yang terinfeksi virus corona.

Setiap kapal dari luar negeri, pasti akan dilakukan pemeriksaan kesehatan ABK. Pekerja bongkar muat juga harus waspada terhadap virus mematikan tersebut.

“Apabila kita mendapatkan suspect, maka idealnya 2 penumpang di kanan, 2 penumpang di kiri, depan dan belakangnya kita isolasi juga, butuh 14 hari sebelum kita mendapat spesimen hasil laboratorium mengkonfirmasi kondisi mereka negatif dari corona,”jelasnya.

Namun demikian, masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua orang dengan suhu diatas 38 derajat celcius terpapar demikian pula sebaliknya, tidak ada jaminan suhu tubuh dibawah 38 derajat aman dari virus ini.

Maka sebagai antisipasi medis, ada 2 tahapan, pertama adalah pemantauan, dimana orang yang tidak mengalami demam sekalipun tetap mendapat pengawasan selama 2 minggu, yang kedua adalah pengawasan, ini dilakukan bagi mereka yang demam dengan gejala lain berupa flu dan batuk dan gangguan pernafasan, KKP akan memeriksa riwayat perjalanan atau apakah yang bersangkutan pernah berhubungan dengan orang dari negara terdampak.

“Kita kategorikan suspect, kita isolated di RSUD, spesimennya kita ambil untuk laboratorium dan setelah keluar hasilnya artinya itu konfirmasi dan kita beri HAC (health alert card) jika tidak terbukti,”katanya.

HAC disertai arahan supaya orang tersebut melaporkan diri kembali jika mengalami peningkatan suhu tubuh dan mengeluhkan gangguan nafas.

KKP juga akan melakukan penyemprotan anti virus terhadap kapal yang terindikasi, memberikan masker gratis dan langkah-langkah yang ditentukan dalam prosedur penanganan virus corona.

Bahrullah mengaku KKP tentu memiliki kelemahan dalam analisa dan diagnosa, namun jika terjadi hal demikian, sebaiknya masyarakat memberikan masukan untuk perbaikan, jangan langsung di upload ke medsos sehingga justru menimbulkan panik dan keresahan di kalangan masyarakat.

“Sejauh ini semua terpantau dan sesuai prosedur kesehatan, tidak ada suspect ke arah corona,”tegasnya. (KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top