Suhu Badan Turun, Pasien Suspect Corona di Nunukan Diisolasi 14 Hari

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Seorang Buruh Migrant Indonesia (BMI) yang merupakan suspect corona tengah menjalani isolasi di bangunan khusus terpisah yang ada di areal RSUD Nunukan.

Manager RSUD Nunukan dr.Dulman Sp.Og mengatakan, pemeriksaan terakhir menunjukkan suhu tubuh pasien turun di angka 26,5 derajat dari sebelumnya yang diatas 38 derajat.

“Hasil pemeriksaan kita Alhamdulillah suhu pasien turun, tapi masih dalam pengawasan dan kita isolasi selama 14 hari ke depan,”ujarnya, Jumat (13/03/2020).

Selain memeriksa suhu tubuh, dalam tatalaksana medis untuk pemeriksaan virus corona yang dilakukan adalah pemeriksaan usap atau swab tenggorokan dan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Observasi medis dengan pengawasan intensif terus dilakukan tim dokter RSUD Nunukan guna memastikan status covid-19 negatif.

Selama menunggu hasil laboratorium, tim dokter juga terus meneliti sampai dimana perkembangan penyakit yang diderita pasien tersebut.

“Kita selalu waspada, jangan meremehkan gejala panas dan demam tinggi, kami berharap masyarakat jangan resah, serahkan pada tim medis, Insyaallah kami bisa mengatasi pasien yang terpapar corona,”katanya yakin.

Sebelumnya salah seorang deportan yang merupakan Buruh Migrant Indonesia (BMI) yang baru saja ditempatkan di Rumah Susun Sederhana (Rusunawa) di Nunukan Kalimantan Utara menjadi suspect corona.

Manager RSUD Nunukan dr.Dulman Sp.Og mengatakan, yang bersangkutan terindikasi mengalami demam dengan panas diatas 38 derajat, menderita gangguan saluran pernafasan atas dan dalam kondisi flu.

“Kita wajib mencurigai sebagai antisipasi hal yang terberat (positif corona) terhadap pasien tersebut. Namun kita berharap yang bersangkutan negatif corona,”ujar Dulman, Kamis (12/03/2020).

Dulman menjelaskan, ada beberapa gejala klinis yang dialami para pasien COVID-19 (penyakit yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2), suhu tubuh panas, kemudian muncul batuk dan pilek.

Munculnya tiga gejala ini merupakan indikasi seseorang yang tengah dalam perawatan intensif RSUD ini ditetapkan sebagai suspect.

Namun demikian tentu masih butuh tahapan medis lain berupa hasil laboratorium untuk mengkonfirmasi virus dimaksud.

“Observasi kita lakukan sebagai antisipasi, kita tempatkan di ruang isolasi khusus, dan kami berharap masyarakat tak perlu resah,”kata Dulman. (KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top