2 Remaja Positif Corona di Nunukan Bukan Kluster Baru

NUNUKAN, SWRAKALTARA.COM – Konfirmasi positif dari Balai Besar Laboratorium dan Kesehatan (BBLK) Surabaya terhadap 2 pasien berusia 14 tahun asal Nunukan Kalimantan Utara sebelumnya diumumkan sebagai kluster baru diluar 13 pasien konfirmasi positif lain kluster jamaah tabligh.

Belakangan, status kluster baru tersebut kemudian dianulir dan dinyatakan masih satu kluster dengan jamaah tabligh yang ikut dalam agenda religi ijtima ulama se Asia di Gowa Sulawesi Selatan.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Nunukan Aris Suyono mengatakan, setelah dilakukan tracing dipastikan kedua remaja yang merupakan pelajar di salah satu Madrasah di Nunukan bukanlah kategori atau kluster baru.

“Keduanya ternyata ikut hadir dalam agenda religious di Gowa, saat tracing kita cocokkan namanya di manifest kapal Pelni dan ternyata cocok, jadi mereka bukan kluster baru tapi kluster jamaah tabligh Gowa.’’ujarnya, Senin (20/04/2020).

Dengan tidak adanya kluster baru, status Nunukan yang bakal dinaikkan menjadi area transmisi lokal juga ikut dibatalkan. Padahal dengan adanya laporan kluster baru dimana penularan virus masuk generasi kedua dan seterusnya, Kementrian Kesehatan RI sempat memasukkan Nunukan dalam list wilayah transmisi lokal. Namun dengan adanya revisi laporan yang masuk, maka Nunukan akhirnya dicoret dari wilayah yang masuk daftar transmisi lokal.

Penyebaran suatu penyakit dapat diklasifikasi menjadi tiga cara ; imported case atau infeksi yang bersumber dari lokasi di luar suatu wilayah, seperti luar kota atau luar negeri, local transmission, atau infeksi yang bersumber dari dalam suatu wilayah, dan community transmission yaitu infeksi yang menyebar dengan cepat tapi sumber utamanya belum dapat ditentukan.

Dalam kasus kasus transmisi lokal  Pemkab Nunukan telah merumuskan regulasi lebih ketat dalam pola screening di setiap akses masuk Nunukan terutama di pelabuhan dan bandara, screening dilakukan tidak hanya untuk mendapatkan kategori Orang Dalam Pegawasan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG) ataupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP), mereka akan melakukan rapid test atau test cepat untuk mendeteksi awal seseorang terinfeksi virus atau tidak menyusul persebaran Covid-19 yang semakin massif.

“Status Nunukan masih zona kuning, tidak ada kasus penularan kecuali kasus import, sehingga tidak ada penetapan transmisi lokal’’ kata Aris.

Perkembangan terbaru kasus Covid-19 Nunukan per 20 April 2020 pukul 12.00 WITA, tercatat 11 ODP, OTG 37, PDP 0 dan pasien konfirmasi positif ada 24 yang semuanya berada di bangsal isolasi RSUD Nunukan dalam therapy medis.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top