Hasil Swab Negatif Makam PDP yang Meninggal di RSUD Nunukan Bakal Dibongkar

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Hasil negatif dari laboratorium Surabaya terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berusia sekitar 60 tahun asal kecamatan Lumbis yang meninggal dunia Rabu 08 April 2020 kemarin, menjadi dasar keluarga almarhum untuk pemindahan jenazah.

Keluarga almarhum telah mengajukan permohonan untuk pembongkaran makam dan melakukan kremasi terhadap jenazah sebelum dipindahkan ke pemakaman yang dekat dengan domisili keluarga.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyono mengatakan, pemakaman dan pemulasaran jenazah telah dilakukan sebagaimana protokol kesehatan terhadap suspek Covid-19.

“Jadi kalau memang keluarga mau memindahkan, kita serahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga,”ujarnya, Jumat (10/04/2020).

Aris meralat lokasi pemakaman jenazah PDP, sebelumnya dikatakan jenazah akan dimakamkan di desa Mansalong kecamatan Lumbis namun terjadi perubahan rencana dengan sejumlah pertimbangan lain yang kemudian diambil jalan tengah, pemakaman dilakukan di tempat pemakaman terpadu milik Pemkab Nunukan di Jalan Mako Brimob Nunukan Selatan.

Menjawab apakah Pemkab Nunukan bakal menunjuk lokasi pemakaman untuk pasien Covid-19 mencermati fenomena penolakan jenazah terindikasi corona, Aris mengatakan belum ada rencana ke arah tersebut.

“Sesuai prosedur pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19, tidak diwajibkan Pemerintah Daerah menyiapkan lokasi pemakaman khusus, artinya bisa gabung dengan makam yang sudah ada asal jauh dari keberadaan sumber mata air”jelasnya.

Sampai hari ini, kasus Covid-19 di Nunukan, ada 68 Orang Dalam Pemantauan (ODP) , 52 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tengah dipantau, dan 5 Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di RSUD Nunukan, 4 positif Corona dengan kondisi terpantau membaik, dan 4 ODP dengan perburukan kondisi.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top