Pengaruh Ekonomi Kebijakan Lockdown Malaysia dan Tameng Pemkab Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Imbas Corona Virus Disease (Covid-19) tak hanya masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi, ketersediaan stock pangan dan naiknya harga kebutuhan lain secara signifikan, masyarakat miskin semakin tergerus dan penduduk perbatasan kian terisolir.

Imbas lockdown yang dilakukan otoritas Malaysia bahkan dikhawatirkan memutus pasokan pangan ke wilayah terisolir Krayan, Lumbis Ogong dan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara karena selama ini ketergantungan dengan negara tetangga belum bisa benar-benar lepas seutuhnya, alasan geografis dan tradisi yang telah turun temurun menjadi alasan atas persoalan ini.

Kepala Bagian Humas Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali mengatakan, jauh-jauh hari sebelum Malaysia menerapkan lockdown, Pemkab sudah menyiapkan skema untuk tameng kondisi ini.

“Ada jembatan udara, pesawat-pesawat tersebut mendistribusikan sembako dan kebutuhan lain ke wilayah tapal batas,sejauh ini pasokan bahan pangan masih aman,”ujarnya, Senin (06/04/2020).

Program Subsidi Ongkos Udara (SOA) masih aktif dan menjadi solusi kelangkaan stok pangan di wilayah terisolir seperti Krayan.

Hasan mengatakan, sejauh ini, para Camat belum melaporkan adanya keluhan kekurangan stok di daerah-daerah dimaksud.

Di Kabupaten Nunukan, ada sejumlah wilayah memiliki batas langsung dengan negara Malaysia, masing-masing Pulau Sebatik, Kecamatan Lumbis Ogong dan Kecamatan Krayan, semua kebutuhan didapat dari negeri jiran dan lockdown menjadi masalah baru bagi mereka.

“Insyaallah semua masih terakomodir, kita juga terus memantau dan memastikan jangan sampai terjadi kelangkaan,”katanya.

Menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan, pembatasan interaksi dari jaga jarak aman hingga pembatasan akses termasuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah, semua bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran corona.

Terbaru, Pemkab Nunukan mengimbau kepada warga masyarakat tanpa kecuali agar mengenakan masker saat keluar rumah.

“Kondisi saat ini mengharuskan semua memakai masker, tidak harus masker N95 atau masker bedah, semoga wabah cepat pergi,”kata Hasan.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top